Magelang, 18 Agustus 2009, Merespons situasi belakangan ini yang menuntut kita untuk lebih meningkatkan keamanan, Balai Konservasi Peninggalan Borobudur bekerja sama dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menyelenggarakan Workshop Penyusunan SOP Pengamanan Candi Borobudur sebagai Warisan Dunia dan Ojek Vital Nasional di Hotel Manohara, Kompleks Candi Borobudur. Para peserta berasal dari berbagai elemen masyarakat, terutama yang menyakut dengan pengamanan di Candi Borobudur. Hadir sebagai panelis adalah DR. Daud Aris Tanudirdjo, M.A. (Dosen jurusan Arkeologi, Universitas Gadjah Mada), Syaiful Mujahi, S.H. (Kasubdit Perlindungan, Direktorat Peninggalan Purbakala, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata), Kombes Pol Drs. Wawan Ranujaya, S.H. (Wakil Direktur Objek Vital Nasional Mabel Polri), dan AKBP Edi Kusnowo (Wakil Direktur Samapta Polda Jawa Tengah). Pada sesi pertama diadakan pemaparan dari para panelis kepada para peserta workshop untuk memberikan bekal hal-hal apa saja yang perlu didiskusikan dalam pembuatan SOP pengamanan dan kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua dengan agenda pembahasan draft SOP dengan dipandu oleh 2 orang moderator. Hasil diskusi didapatkan sebuah draft awal tentang struktur SOP dan beberapa hal yang perlu dimasukkan di dalamnya. Draft ini nantinya akan dikerjakan dan disusun oleh tim kecil dari Balai Konservasi Peninggalan Borobudur untuk kemudian disosialisasikan dan mendapatkan masukan dari instansi-instansi terkait.
Acara pembukaan berlangsung tanggal 16 Juli 2009 di Gunadharma komplek Taman Wisata Candi Borobudur. Pembukaan BIF 2009 dihadiri Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan sejumlah duta besar negara sahabat, serta para pengelola biro wisata dan pemandu wisata sejumlah provinsi di Indonesia. Pembukaan BIF 2009 akan di buka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik dengan pemukulan gong.
Acara dibuka dengan Tari Selamat Datang “Gambyong” dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Jawa Tengah yang menyatakan dalam laporannya, BIF 2009 memang patut dilestarikan supaya wisata budaya Candi Borobudur tidak berhenti dikenang oleh masyarakat dunia.
Sebelum membuka secara resmi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata memberi sambutan, yang dalam sambutannya menyatakan Candi Borobudur masih merupakan tujuh keajaiban dunia. Jadi masyarakat jangan terpengaruh hasil survey yang dilakukan pihak swasta di luar negeri.
Dalam pembukaan tersebut para tamu undangan disuguhi kesenian tradisional diantaranya Pailin Peacock Dance (Taria Merak) dari Kamboja, Sendratari Pratihata Gunadharma dari ISI Yogyakarta. Dsela acara diadakan penandatanganan perangko seri BIF 2009 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan PT Pos Indonesia. Acara di tutup dengan meninjau langsung stan pameran.
Borobudur International Festival (BIF), merupakan kali kedua sejak tahun 2003 adalah untuk menampilkan kegiatan pertunjukan kesenian dan kebudayaan. Pertunjukan kesenian itu diikuti oleh pelaku budaya dan seni dari negara-negara partisipan BIF, sekaligus juga menampilkan tradisi kesenian lokal dari masyarakat sekitar Candi Borobudur.
BIF akan berlangsung tanggal 16-20 Juli 2009. Balai Konservasi Peninggalan Borobudur pada kesempatan ini mengikuti Pameran Pariwisata, Perdagangan dan Investasi di Lapangan Gunadharma Komplek Taman Wisata Candi Borobudur.
Pameran itu sendiri akan menampilkan upaya-upaya pelestarian yang dilakukan oleh Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, selain itu, dalam rangka Seminar International on Culture Heritage and Tourism juga akan menyelenggarakan pameran “Borobudur dari Masa ke Masa” yang akan di adakan di Hotel Sahid Jaya Solo tanggal 19-20 Juli 2009.(iw)
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Oct | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |