6th INTERNATIONAL EXPERTS MEETING ON BOROBUDUR

 Berita

expertmeeting2013

Magelang (10/11/13), Balai Konservasi Borobudur menyelenggarakan 6th International Experts Meeting on Borobudur di Atria Hotel And Conference, Magelang.

6th International Experts Meeting on Borobudur merupakan agenda lima tahunan yang dilaksanakan untuk mengevaluasi dan memonitor kondisi keterawatan Candi Borobudur pascapemugaran kedua Candi Borobudur pada tahun 1973 – 1983.

Candi Borobudur telah mengalami dua kali pemugaran. Pemugaran yang pertama dilaksanakan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1907-1911, dipimpin oleh seorang insinyur bernama Theodore van Erp. Pemugaran yang kedua pada tahun 1973 -1983 dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dibantu oleh UNESCO karena kondisi candi sangat memprihatinkan. Pada saat itu banyak bagian Candi Borobudur yang terancam akan runtuh karena kemelesakan struktur dinding yang cukup parah.

Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Kacung Marijan, Ph.D. mengatakan bahwa sejak Unesco menetapkan candi Borobudur sebagai warisan dunia tahun 1991 beberapa Negara menaruh perhatian lebih terhadap pemeliharaan dan perawatan Candi Borobudur. Setiap lima tahun sekali para ahli dari berbagai disiplin ilmu bertemu dan membahas kondisi terakhir candi Borobudur.

Hasil dari pertemuan itu,  Prof Kacung mengatakan, akan muncul rekomendasi-rekomendasi terkait perawatan dan pemeliharaan candi Borobudur agar lebih baik lagi dalam lima tahun ke depan. Melalui pertemuan itu pula, para ahli dan peserta akan berbagi ilmu pengetahuan teknologi dan keterampilan untuk mengatasi masalah yang ada di Borobudur.

salah satu hal yang terpenting dari pertemuan para ahli tersebut adalah upaya mengatasi implikasi dari beberapa penyebab, seperti gempa bumi dan erupsi merapi. “Misalnya bagaimana mengatasi jika debu vulkanik menempel di batu candi, kemudian jika hujan deras pengaturan air ke bawah, drainasenya seperti apa. Ini perlu dievaluasi,” ujarnya.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo M,Si mengatakan pertemuan ini melibatkan 20 narasumber dan 70 peserta baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang diharap akan memberikan rumusan rekomendasi yang berdampak positif terhadap kelestarian Candi Borobudur.

International Experts Meeting on Borobudur sendiri telah dilaksanakan 5 kali. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tahun 1988, yang kemudian berturut-turut dilaksanakan pada 1993, 1998, 2003, dan 2008. Pada pertemuan tahun 2003, disepakati bahwa pembiayaan pertemuan-pertemuan selanjutnya, pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya oleh UNESCO kepada Pemerintah Indonesia. Pada tahun 2013 ini, dengan difasilitasi oleh Pemerintah Indonesia, dilaksanakan 6th International Experts Meeting on Borobudur pada 10-14 November 2013 di Atria Hotel and Conference, Magelang.


Related Posts