Ayo Rawat Borobudur!!!

 Berita

Kamis (16/06/11) suasana berbeda terlihat di Candi Borobudur, puluhan anak melakukan aksi bersih candi dan kampanye untuk melestarikan cagar budaya. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian penyuluhan peduli Borobudur yang bertemakan “Ayo Rawat Borobudur” dalam rangka peringatan HUT Purbakala ke-98.

 

Kegiatan penyuluhan ini dibuka oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Wiwit Kasiyati, S.S mewakili Kepala Balai Konservasi Borobudur, beliau mengatakan sesuai dengan tema HUT Purbakala ke-98 “Kepurbakalaan Untuk Masyarakat” kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kasadaran masyarakat untuk selalu menjaga dan memelihara cagar budaya terutama Candi Borobudur yang telah menjadi bagian dari jati diri bangsa. Peserta kegitan kali ini adalah pelajar SD, SLTP, SLTA se Kabupaten Magelang.

{besps}simpleslideshow/ayo{/besps}

Nahar Cahyandaru, S.Si selaku Koordinator Kelompok Kerja Pemeliharaan juga memberikan penjelasan perihal pemeliharaan candi. Dicontohkannya Dresden Elbe Valley salah satu situs di Jerman, kehilangan status warisan budaya dunia oleh UNESCO. Status warisan budaya dunia dihapus karena terjadi perusakan yang sengaja dilakukan dengan adanya pembangunan di situs tersebut yang dikhawatirkan menghilangkan keaslian situs. Sehingga untuk tetap diakui sebagai warisan budaya dunia, Candi Borobudur harus dirawat dan dilestarikan.

Setelah diberi paparan, para pelajar melakukan praktek lapangan di Candi Borobudur. Pelajar SD melakukan aksi bersih-bersih dengan memungut semua sampah yang ada di candi, mereka tampak bersemangat dan berlomba-lomba mengumpulkan sampah sebanyak mungkin yang memang diperlombakan oleh panitia.

Untuk pelajar SMP, mereka melakukan upaya pembersihan terhadap lumut-lumut yang menempel di dinding candi, sedangkan pelajar SLTA melakukan sosialisasi dengan membawa poster peduli pelestarian cagar budaya dengan berkeliling candi dan memberikan himbauan agar tertib dalam mengunjungi suatu cagar budaya.

“Kegiatan ini sungguh bermanfaat bagi anak-anak” ungkap Muhamad Wahyudi guru SDN 2 Borobudur “anak-anak jadi tahu mengapa suatu cagar budaya perlu dilestarikan dan hal-hal seperti apa yang perlu dilakukan untuk melestarikannya, sehingga mampu mendidik anak sejak dini” imbuhnya.

Foto Kegiatan Ayo Rawat Borobudur dapat diunduh melalui link di bawah ini.

Related Posts