Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Berubah Nama

 Berita

Balai Konservasi Peninggalan Borobudur resmi berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur, perubahan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2012 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Konservasi Borobudur.

Dalam peraturan tersebut terdapat beberapa perubahan tugas dan fungsi Balai Konservasi Borobudur, salah satunya mengenai pengelolaan dan pemanfaatan Candi Pawon dan Candi Mendut.

Dalam pasal 3 Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No. 55 Tahun 2012 disebutkan bahwa Balai Konservasi Borobudur menyelenggarakan fungsi pelaksanaan pengamanan, pemeliharaan, pemugaran, pengembangan, pemanfaatan, dokumentasi, publikasi dan kemitraan di bidang konservasi bukan hanya di Candi Borobudur namun juga di Candi Pawon dan Candi Mendut.

Dengan terbitnya peraturan tersebut kewenangan penggelolaan Candi Mendut dan Candi Pawon yang dulunya dikelola oleh Balai Peninggalan Cagar Budaya Jawa Tengah kini di kelola oleh Balai Konservasi Borobudur.

Selain fungsi tersebut beberapa fungsi pengembangan konservasi cagar budaya adalah pelaksanaan kajian konservasi terhadap aspek teknik sipil, arsitektur, geologi, biologi, kimia, dan arkeologi Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. Pelaksanaan pengembangan metode dan teknik konservasi cagar budaya. Fasilitasi pelaksanaan kajian konservasi Borobudur dan candi lainnya serta pengembangan tenaga teknis peninggalan purbakala.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo M.Si mengatakan dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No. 55 Tahun 2012, tanggung jawab BK Borobudur menjadi bertambah luas sehingga para staf harus bisa menyesuaikan. Selain itu untuk peningkatan profesionalitas kinerja pegawai dan percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi, kelompok jabatan funsional juga akan segera direalisasikan.

 

Related Posts