BKP Borobudur Identifikasi Temuan Benda Purbakala Di Desa Tunjungsari

 Berita

Balai Konservasi Peninggalan Borobudur akan mengkaji temuan arkeologis yang ditemukan di Dusun Mendalan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dalam temuan tersebut berupa blok batu berelief yang berwujud tubuh seorang tokoh yang duduk bersila.

Koordinator Kelompok Kerja Dokumentasi dan Publikasi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Yudi Suhartono S.S., M.A mengatakan ada kemungkinan potongan batu tersebut merupakan bagian relief Buddha Candi Borobudur, namun untuk memastikannya harus dilakukan kajian terlebih dahulu.

Potongan batu yang diduga bagian relief Candi Borobudur tersebut ditemukan warga Dusun Mendalan saat kerja bakti membuat jalan kampung di bawah rumpun bambu di depan rumah warga saat menggali tanah untuk mengangkat akar bambu. Batu berbentuk segi empat panjang tersebut berukuran 34x28x22 centimeter tersebut kini disimpan di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

Selain itu tidak jauh dari lokasi, dilaporkan juga adanya temuan batu yang telah lama berada di pekarangan rumah seorang warga bernama Winarto. Sejak tahun 1986 Winarto menemukan sebuah batu bertakik di dekat sebuah kolam di Desa Tanjung sari. Ketika ditemukan, batu tersebut hanya tampak pada bagian sudut (sekitar 5 cm) dari permukaan tanah namun ketika diangkat ternyata batu tersebut mempunyai takikan dan lubang purus.


Di lokasi lain di Desa Tunjung Sari juga ditemukan batu berornamen Sulur-suluran di rumah Wiwit Cahyo Susilo yang menemukannya ketika akan membuat selokan. Petugas dari Balai Konservasi Peninggalan Borobudur juga menerima laporan mengenai dua buah stupa yang berada di pekarangan rumah Ibu Fitriani dan Asmudin. Kedua stupa tersebut berdiameter sekitar 45cm dan tanpa yasti atau ujung stupa. Oleh warga benda tersebut dimanfaatkan untuk menumbuk biji-bijian karena tidak mengetahui kalau batu yang digunakan tersebut merupakan stupa.

Semua temuan tersebut akan dibawa ke Kantor Balai Konservasi Peninggalan Borobudur untuk di identifikasi awal dan akan dilaporkan ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala ( BP3) Jawa Tengah untuk ditindak lanjuti.

Related Posts