Dirjen UNESCO menutup kegiatan pembersihan Candi Borobudur

 Berita

Direktur Jenderal United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) Irina Bokova melakukan penandatanganan dan peletakan batu penutup selasar Candi Borobudur,

sebagai tanda telah selesainya proses pembersihan Candi Borobudur dari abu vulkanik Gunung Merapi pascaerupsi 2010, Sabtu (19/11/11).  Proses pembersihan ini telah memakan waktu lebih dari satu tahun mulai pembersihkan abu yang menutup permukaan batu candi hingga yang masuk kesaluran drainase.

Bersama dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Dirjen UNESCO melakukan penanaman pohon bodi di pelataran candi sebelah barat dan pemberian piagam penghargaan kepada 550 relawan yang ikut berpartisipasi dalam pembersihan Candi Borobudur.

Irina Bokova mengatakan bahwa dia sungguh berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang ikut berpartisipasi membersihkan Candi Borobudur dari abu erupsi Gunung Merapi, dia menyampaikan  penghargaan dan apresiasinya.

“esensi dari dukungan masyarakat untuk melestarikan candi Borobudur bukan hanya berupa finansial, tetapi yang lebih penting adalah dukungan akan rasa memiliki terhadap peninggalan budaya tersebut” ungkapnya.

Dia kagum dengan keaneka ragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, sehingga hal ini bisa dijadikan model suatu bangsa yang menghargai budayanya.

Ditanya mengapa Candi Borobudur tidak masuk ke New 7 Wonder, Irina Bokova mengatakan bahwa N7W berbeda dengan UNESCO. N7W memberikan gelarnya berdasarkan popularitas sedangkan UNESCO dalam menetapkan suatu cagar budaya menjadi suatu Warisan Budaya Dunia ada syarat dan kajian ilmiahnya sehingga lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Pada kesempatan tersebut Mohammad Nuh menyampaikan rasa terima kasih kepada UNESCO atas dukungannya terhadap kelestarian Candi Borobudur dan telah menjadikannya sebagai aset warisan budaya dunia yang bukan hanya milik bangsa Indonesia tetapi milik dunia

“Sebagai warisan budaya dunia, beberapa waktu yang lalu ketika terjadi musibah erupsi Gunung Merapi, UNESCO pun ikut membersihkan Candi Borobudur dan mengajak negara-negara lain untuk memberikan bantuan demi kelestariannya, ini merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab UNESCO dalam melindungi Candi Borobudur,” katanya.

Setelah diselesaikannya pembersihan abu vulkanik Gunung Merapi, Balai Konservasi Peninggalan Borobudur telah mempersiapkan beberapa pekerjaan konservasi Candi Borobudur. Hal ini untuk menanggulangi dampak-dampak dari abu vulkanik Gunung Merapi yang dikhawatirkan akan muncul di kemudian hari yang dapat menggangu kelestarian Candi.

Beberapa pekerjaan tersebut di antaranya pembersihan kotoran bawah lantai, penanganan kerusakan dan pelapukan batu candi, perbaikan pada bagian lantai stupa teras maupun stupa induk. Selain itu juga dilakukan pembersihan abu vulkanik dan mikrooganisme di sela-sela batu candi yang dilakukan bekerja sama dengan para relawan dari UNESCO.

Related Posts