Diskusi Pra Kajian 2013

 Berita

Senin (06/05/13) Balai Konservasi Borobudur melaksanakan Diskusi Pra Kajian tahun 2013 di Hotel Trio, Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan masukan dari para narasumber sebelum melaksanakan kajian konservasi cagar budaya tahun 2013 sehingga hasil kajian yang dihasilkan lebih berbobot.

Diskusi pra kajian diawali dengan pemaparan road map kajian Balai Konservasi Borobudur oleh Koordinator Pemeliharaan BK Borobudur Nahar Cahyandaru, S.Si. Dia memaparkan tema payung  kajian yaitu Pengembangan Metode Konservasi yang Berkelanjutan, Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi, dan Berbasis Kearifan Tradisional”.

Tema payung tersebut kemudian dijabarkan lebih lanjut menjadi beberapa tema kajian yaitu Pengembangan metode konservasi berbasis kearifan tradisional, Pengembangan metode konservasi berkelanjutan yang reversible dan ramah lingkungan, Pengembangan metode dokumentasi berbasis teknologi, Pengembangan metode pemugaran yang efektif dan reversible. Beberapa tema kajian dibagi kembali menjadi Sub Judul yang akan dilaksanakan setiap tahunnya.

Dalam tahun 2013 BK Borobudur merencanakan melaksanakan 6 buah kajian yaitu:

 

  • 1. Karakteristik jenis-jenis batu penyusun Candi Borobudur,
  • 2. Studi terapan pada temuan ekskavasi di situs bencana vulkanik Tambora NTB dan Liyangan Jawa Tengah,
  • 3. Kajian persepsi pengunjung terhadap kenyamanan berkunjung di Candi Borobudur,
  • 4. Kajian penerapan metode konservasi logam dengan system perlindungan katodik pada tinggalan besi outdoor,
  • 5. Inventarisasi jenis-jenis kayu dan model sambungan pada benda cagar budaya kayu, dan
  • 6. konservasi tinggalan megalitik di Lore Sulawesi tengah.

 

Kepala BK Borobudur Drs. Marsis Sutopo, M.Si dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang datang dalam acara Diskusi Pra Kajian tahun 2013. Sebagai satu-satunya Unit Pelayanan Teknis yang memiliki tupoksi dalam kajian konservasi cagar budaya, BK Borobudur memiliki tantangan yang sangat besar apalagi harapan masyarakat terhadap tehnik, metode dan ilmu konservasi yang semakin besar.

 

Menurut beliau banyak kajian konservasi menjadi tantangan yang harus dikaji lebih dalam yaitu Konservasi benda cagar budaya, Konservasi bangunan cagar budaya, Konservasi struktur cagar budaya, Konservasi situs cagar budaya, Konservasi kawasan cagar budaya. Sangat besar harapan bahwa kajian konservasi cagar budaya yang akan dilaksanakan ini nantinya tidak hanya menjadi laporan saja akan tetapi bisa didistribusikan kepada masyarakat dalam bentuk buku maupun sarana publik lainnya.

 

 

Related Posts