Konservasi Material pada Situs Tambora

 Berita

Kamis (11/04/13) Balai Konservasi Borobudur kembali melaksanakan diskusi bulanan pengkayaan staf teknis dengan mengangkat tema “ Konservasi Material pada Situs Tambora”.

Pemakalah dalam materi ini adalah Nahar Cahyandaru S.Si, staf Balai Konservasi Borobudur yang beberapa waktu yang lalu bergabung dengan tim ekskavasi dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di Gunung Tambora.

Hampir 2 abad lalu atau tepatnya pada tanggal 11 April 1815, Gunung Tambora menghancurkan sepertiga tubuhnya sendiri dan tinggi gunung tersebut kini hanya tinggal 2.850 meter. Letusan Gunung Tambora mengubur tiga kerajaan besar yang ada di sekitar gunung tersebut yaitu Kerajaan Sumbawa, Bima dan Dompu.

Letusan yang sangat besar tersebut banyak meninggalkan temuan- temuan arkeologis yang sangat berharga untuk mengungkap kehidupan masyarakat disekitar Gunung Tambora, sehingga Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melaksanakan penelitian terpadu yang melibatkan tenaga dari beragam disiplin ilmu.

Menutur Nahar salah satu permasalahan ketika melakukan ekskavasi adalah rusaknya benda temuan yang berbahan organik akibat terpapar udara terbuka sehingga banyak hasil temuan eskavasi yang rusak. Hal tersebut menjadi tantangan besar konservasi cagar budaya untuk melakukan tidakan penyelamatan bagi benda-benda temuan berbahan organik. Menurutnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu dengan merekayasa stabilitas lingkungan di sekitar benda-benda temuan seperti kotak-kotak penyimpanan sementara yang dipenuhi spon dan air agar kelembapan udara didalam kotak penyimpanan tetap terjaga.

Menurut Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo M.Si, ke depan bidang konservasi pasti sangat dibutuhkan sehingga kita harus mengembangkan kegiatan-kegiatan konservasi termasuk konservasi in situ, seperti di Tambora. Selain itu beliau juga memberikan masukan agar kegiatan ekskavasi yang rencananya akan dilakukan di sekitar Candi Borobudur bisa mengadopsi penelitian terpadu yang dilakukan oleh Puslit Arkenas, sehingga data dan manfaat yang didapat lebih maksimal.

Related Posts