Kuliah Lapangan Jurusan Arkeologi UGM di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur

 Berita

Kuliah tidak selalu identik dengan kelas, papan, dan bangku yang membosankan, hanya sekedar mendengarkan, mencatat materi yang diajarkan oleh dosen.

Beragam cara dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pengajaran materi kepada mahasiswa agar mudah diterima, salah satunya dengan mengadakan kuliah lapangan.

Rabu (01/06/11) 33 mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengadakan kuliah lapangan di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, mereka melakukan pengamatan langsung di lapangan tentang konservasi khususnya Candi Borobudur. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BKP Borobudur Drs. Marsis Sutopo, M. Si yang selanjutnya diajak keliling Candi Borobudur.

Di Candi Borobudur para mahasiswa ditunjukkan secara langsung konservasi yang dilakukan BKP Borobudur, mereka diberi penjelasan tentang bagaimana penanganan yang dilakukan untuk konservasi candi. Candi Borobudur memiliki struktur yang tersusun dari batu andesit yang memerlukan perawatan khusus, berbeda dengan penanganan konservasi bangunan yang lain.

Menurut dosen Arkeologi UGM Prof. Dr. Inajati Adrisijanti kuliah lapangan semacam ini dimaksudkan untuk memperkaya wawasan mahasiswa agar bisa melihat secara langsung dan memahami proses konservasi arkeologi. Dengan metode perkuliahan semacam ini mahasiswa bisa menyelaraskan teori yang mereka terima dengan kenyataan di lapangan.

Prof. Dr. Inajati Adrisijanti mengaku memilih BKP Borobudur karena melihat proses konservasi, peralatan, dan perlengkapan yang dimiliki seperti laboratorium-laboratorium sangat memadai, sehingga memudahkan mahasiswa untuk menerima materi di lapangan.

Mahasiswa juga diajak berkeliling ke laboratorium yang dimiliki BKP Borobudur, yaitu Laboratorium Fisik/Petrografi, Kimia, Mikrobiologi dan SEM yang digunakan untuk menganalisis bahan-bahan guna keperluan konservasi, agar mereka bisa lebih mengetahui tahapan-tahapan yang diperlukan dalam proses konservasi.


Related Posts