Kunjungan Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala beserta Wartawan di Borobudur

 Berita

Salah satu rangkaian kunjungan Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata beserta rombongan press tour adalah kunjungan ke Candi Borobudur di mana salah satu agenda utamanya mengajak para wartawan baik lokal maupun nasional melihat langsung proses pembersihan sisa-sisa abu vulkanik yang di semburkan gunung merapi beberapa waktu yang lalu

Para wartawan di sambut langsung oleh Kepala Seksi Pelayanan Teknis Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Iskandar M. Siregar, S.Si di pelataran Candi Borobudur untuk beramah tamah dan sedikit penjelasan mengenai kondisi terakhir borobudur

Kemudian para wartawan pun diajak berkeliling candi  untuk melihat langsung proses pembersihan abu vulkanik yang di dampingi oleh Yudi Suhartono, S.S, M.A dan Nahar Cahyandaru, S.Si, Mereka menjelaskan bagaimana kondisi terakhir dari Candi Borobudur yang masih dalam proses pembersihan abu vulkanik yang terdapat di saluran bawah lantai. Proses pembersihan ini harus dilakukan dengan membongkar lantai candi untuk mengambil abu. Proses pembersihan ini diperkirakan akan memakan waktu selama satu tahun.

Para wartawan melihat secara langsung proses pembongkaran lantai yang harus dilakukan satu persatu di sepanjang lorong-lorong candi untuk mengambil abu vulkanik yang terdapat di saluran air candi. Pembersihan dilakukan karena sifat abu vulkanik yang memiliki tingkat keasaman yang tinggi dikhawatirkan akan merusak batuan candi selain itu abu yang terkumpul di saluran air di lantai candi jika tidak dibersihkan akan menyumbat sistem drainase Candi Borobudur.

Di beberapa sudut candi para wartawan bertemu langsung dengan beberapa pekerja yang sedang membersihkan candi yang berasal dari masyarakat sekitar Candi Borobudur yang dikoordinir UNESCO Office Jakarta

Setelah berkeliling candi para wartawan melanjutkan acara bersama Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Ir. Aurora Frida R. Tambunan untuk beramah tamah dengan para relawan pembersih Candi Borobudur dari abu vulkanik ketika gunung merapi meletus serta pemberian piagam penghargaan sebagai apresiasi pemerintah atas jasa para relawan yang ikut berpartisipasi dalam proses pembersihan candi yang diserahkan langsung oleh Dirjen Sejarah dan Purbakala.

Acara dilanjutkan dengan konfrensi pers, untuk mengetahui lebih detail mengenai perkembangan cagar budaya yang terkena dampak letusan Gunung Merapi dengan Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala, bukan hanya membahas Candi Borobudur namun candi dan cagar budaya lain yang terkena imbas letusan letusan Gunung Merapi serta penanganannya. Pada kesempatan konfrensi pers tersebut Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala didampingi Direktur Peninggalan Purbakala Drs. Junus Satrio Atmojo, M.Hum, Kepala BKPB Drs. Marsis Sutopo, M.Si serta Kepala-kepala UPT di lingkungan Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala yang berada di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Related Posts