Kunjungan Menteri Luar Negeri Jerman ke Candi Borobudur

 Berita

Minggu (10/02/13) Menteri Luar Negeri Republik Federal Jerman H.E Guido Westerwelle melakukan kunjungan kenegaraan ke Candi Borobudur , dalam kunjungannya tersebut dia didampingi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D.

 

Dalam kunjungannya Menlu Jerman ini melihat proses penyemprotan batu candi menggunakan micro blasting yang merupakan salah satu alat wujud kerja sama antara Pemerintah Jerman, UNESCO office Jakarta dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dibidang konservasi batu.

 

Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D. mengatakan bahwa sangat mengapresiasi bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah Jerman dalam kegiatan penelitian dan teknik konservasi Candi Borobudur melalui UNESCO. Beliau mengucapkan selamat datang dan semoga bisa menikmati kunjungannya di Candi Borobudur.

H.E Guido Westerwelle yang datang bersama Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Georg Witschel juga merasa sangat tersanjung bisa ikut berpartisipasi dalam pelestarian warisan dunia Candi Borobudur.

Rombongan yang dipandu oleh staf Balai Konservasi Borobudur Panggah Ardyansyah kemudian berkeliling candi melalui sisi timur candi. Mereka diperlihatkan proses penyemprotan batuan menggunakan micro blasting yaitu sebuah alat yang menyemprotkan partikel halus pada batuan candi untuk menghilangkan kerak batu. Kerak-kerak pada batuan berbahaya karena dapat menutup pori-pori batuan yang membuat batu mudah menjadi rusak.

Micro blasting merupakan salah satu alat yang diujicobakan selama kegiatan konservasi di Candi Borobudur oleh para ahli dari Jerman dan para staf dari Balai Konservasi Borobudur.

H.E Guido Westerwelle merasa sangat senang berkunjung ke candi Borobudur menurutnya relief-relefnya sangat indah dan detail begitu juga panorama di sekitarnya.

Diakhir kunjungan H.E Guido Westerwelle bersama Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D.  membuka plakat simbol kerja sama konservasi yang selama ini telah terjalin antara Pemerintah Jerman, UNESCO dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

 

Related Posts