Kunjungan Presiden Singapura ke Candi Borobudur

 Berita

 

Jum’at (30/11/12) Presiden Republik Singapura Mr.Tony Tan Keng Yam beserta istri, Mrs. Mary Tan berkunjung ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Namun akibat hujan yang mengguyur wilayah Borobudur sejak siang hari rombongan batal naik ke Candi Borobudur dan hanya sampai pintu barat candi, untuk melihat patung singa dan kemudian pulang.

 

Presiden Tony Tan Keng Yam tidak langsung menuju Candi Borobudur namun berhenti sejenak di Hotel Manohara menunggu hujan reda. Di hotel Manohara rombongan diberi penjelasan oleh staf dari Balai Konservasi Bororbudur, Mura Aristina.

sekitar pukul 16.00 WIB. Rombongan Presiden Singapura yang didampingi  oleh Duta Besar Singapura Anil Kumar Nayar, Menteri urusan Kantor Perdana Menteri Singapura Grace Fu, dan anggota Parlemen Singapura Gan Thiam Poh, Edwin Tong, dan Hawazi Daipi kemudian naik ke candi Borobudur.

Rombongan dari Singapura itu disambut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Sekda Pemerintah Provinsi Jateng Drs H Hadi Prabowo MM, Wakil Bupapi Magelang Zaenal Arifinan , Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo, M.Si,  dan Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Purnomo Siswoprasetjo.

Namun karena hujan makin deras maka rombongan hanya sampai di pintu barat candi dan membatalkan rencananya menikmati keindahan pahatan relief Karmawibangga dan lantai Lalitavistara. Meski demikian, presiden berusia 72 tahun itu mengaku tidak kecewa. “Borobudur candi yang megah dan indah, Saya senang di sini dan suatu saat saya ingin kembali melihat kemegahan Borobudur,” ungkap Presiden Singapura.

Preseiden Tony Tan berharap kunjungan ini akan bisa menjembatani kebudayaan antara Indonesia dan Singapura. Ia juga sempat bertanya berapa jumlah turis yang berkunjung ke Candi Borobudur. Menurut dia ada 30 juta turis asing yang setiap tahun berkunjung ke Singapura.

Jika sebagian dari jumlah itu dialihkan ke Candi Borobudur Presiden Singapura yakin pariwisata di Borobudur akan semakin bergairah. “40 tahun lalu saya pernah ke Candi Borobudur. Saat itu saya bisa naik sampai lantai paling atas dan sempat memasukkan tangan ke Kunto Bimo. Semoga kelak bisa ke Borobudur lagi,” aku Mrs.Mary Tan.

 

Related Posts