Kunjungan Rict- DMUCH dan Pusat Studi Becana UGM

 Berita

Jum’at (31 /08/12) Balai Konservasi Peninggalan Borobudur mendapatkan kunjungan dari Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada dan Research Center for Disaster Mitigation of Urban Cultural Heritage (Rict- DMUCH), Ritsumei University Jepang. Kunjungan ini mendiskusikan manajemen bencana yang telah dilakukan BKP Borobudur ketika terjadi bencana letusan Gunung Merapi yang berdampak pada Candi Borobudur.

Koordinator Pokja Pemeliharaan BKP Borobudur Nahar Cahyandaru S.Si menjelaskan bahwa abu vulkanik letusan gunung merapi tidak hanya berdampak pada kelestaian Candi Borobudur dan lingkungan sekitarnya, tetapi letusan terebut juga berdampak secara sosial ekonomi masyarakat di Borobudur. Melihat dampak yang begitu luas upaya pembersihan harus segera dilakukan.

Rombongan dari UGM dan Ritsumei University sangat antusias mendiskusikan penanganan bencana yang dilakukan BKP Borobudur, apalagi status Candi Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia. Untuk mengantisipasi kejadian serupa Nahar menjelaskan telah disusun Standard Operation Procedure (SOP) penanganan bencana Warisan Budaya Dunia yang melibatkan beberapa kementerian dan lembaga. SOP penanganan bencana ini masih dalam tahap pembahasan dan nantinya akan dijadikan acuan bersama ketika terjadi bencana.

Rombongan yang berjumlah 15 orang ini diajak berkeliling Candi Borobudur untuk melihat hasil penanganan abu vulkanik beberapa waktu yang lalu. Beberapa bagian candi terpaksa harus dibongkar untuk membersihkan abu vulkanik.

Related Posts