Lantai 8, 9, 10 Candi Borobudur Kembali Dibuka

 Berita

Kamis (22/09/11) Balai Konservasi Peninggalan Borobudur membuka kembali lantai 8, 9, 10 Candi Borobudur yang ditutup sejak Oktober 2010. Pembukaan dilakukan langsung oleh Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Drs. Marsis Sutopo M.Si. Area lantai 8,9,10 Candi Borobudur terpaksa ditutup akibat beberapa permasalahan yang muncul akibat abu vulkanik erupsi Gunung Merapi. Beberapa permasalahan yang timbul yaitu:

1. Abu vulkanik yang masuk ke rongga-rongga stupa dan batu candi sehingga harus terus dibersihkan hingga layak dikunjungi.

2. Rusaknya mortar penutup sela-sela batu lantai yang usianya telah mencapai 100 tahun (Pemugaran Van Erp tahun 1907- 1911) dan diperparah oleh abu vulkanik yang bersifat asam. Dikhawatirkan dengan terbukanya sela-sela batu menyebabkan air masuk ke dalam tubuh candi yang berpotensi membahayakan stabilitas struktur tanah bukit di bawah candi.

3. Keausan batu banyak terjadi di lantai 8,9,10 akibat pengunjung yang terkonsentrasi di lokasi tersebut, terutama sekitar stupa induk.

Untuk itu dilakukan berbagai upaya untuk menanganinya, seperti perbaikan batu dengan mengganti batu yang mamiliki tingkat keausan tinggi dengan batu baru dan pemasangan kembali mortar untuk mengisi sela-sela batu dengan mortar baru yang komposisinya seperti mortar pemugaran Van Erp. Selain itu juga dilakukan perbaikan stupa induk untuk menutup celah-celah batu pada atap stupa induk. Celah yang terlalu lebar dapat menjadi tempat masuknya air yang dapat menyebabkan pelapukan lebih lanjut.

Dengan telah selesainya pekerjaan perbaikan maka lantai 8, 9, 10 sudah dapat dibuka kembali untuk umum. Namun untuk mengatur kunjungan agar berjalan lancar dan tertip maka dilakukan pengaturan sebagai berikut:

1. Jumlah pengunjung yang naik ke lantai 8, 9, 10 dibatasi. Pada saat yang sama hanya boleh dukunjungi oleh 73-82 orang. Perhitungan jumlah ini dengan pertimbangan jumlah stupa 72 dan satu stupa induk. Jika satu stupa setara dengan satu pengunjung dan stupa besar setara dengan 1-10 pengunjung maka batas jumlah pengunjung yang layak adalah 73-82. Jumlah pengunjung yang terbatas akan meningkatkan kenyamanan dan penghargaan terhadap situs serta memudahkan pengaturan.

2. Dengan pembatasan ini maka pengunjung akan berada di area ini kurang lebih 15 menit dengan memperhatikan kondisi jumlah pengunjung yang ada.

3. Pengunjung naik dari sisi timur dengan petugas penjaga menghitung jumlah pengunjung yang naik. Pada lokasi ini disediakan lajur antrian untuk pengunjung yang akan naik

4. Pengunjung hanya diijinkan naik dari pintu sisi timur, sedangkan keluar dari pintu sisi utara. Namun sedang ada pekerjaan perbaikan di sisi utara maka untuk sementara pintu turun di sisi barat.

5. Disediakan papan informasi yang berisi panduan arah kunjungan, gambar-gambar kegiatan konservasi yang dilakukan berkaitan dengan penanganan dampak erupsi merapi dan tentang nilai penting Borobudur yang berkaitan dengan penetapan Borobudur sebagai warisan dunia UNESCO. Dengan demikian secara psikologis pengunjung dikondisikan akan memasuki satu kawasan yang bernilai tinggi sehingga diharapkan dapat menghormati dan bertindak tertib.

6. Pengunjung diarahkan untuk pradaksina ( jalan searah jarum jam ) mengelilingi lantai teras sebelum naik ke tingkat-tingkat di atasnya hingga ke stupa induk. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pengunjung pada suatu lokasi. Disediakan papan-papan petunjuk arah yang memadai untuk memandu arah pengunjung.

7. Disediakan petugas di lantai 8, 9, 10 untuk membantu alur pengunjung agar semakin tertib dan mengawasi perilaku pengunjung .

Pengaturan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas kunjungan. Pengaturan ini sekaligus untuk pendidikan kepada pengunjung dan masyarakat luas untuk menghargai warisan budaya nenek moyang yang adiluhung. Para wisatawan menyambut positif pembukaan lantai 8, 9, 10 ini karena mereka sudah lama ingin merasakan berada di puncak Borobudur. Carolina wisatawan asal belanda mengatakan bahwa dia senang akhirnya bisa sampai di puncak Candi Borobudur namun dia agak kecewa karena hanya diperbolehkan berada di lantai 8, 9, 10 selama 15 menit saja. Tetapi dia memahami hal tersebut untuk melestarikan Candi Borobudur yang telah menjadi salah satu Warisan Budaya Dunia.

BKP Borobudur sendiri juga masih melakukan beberapa pengerjaan perbaikan candi yaitu penanganan kebocoran dinding candi pada lantai 4 sisi utara bidang c, d, e, f dan lantai 5 sisi selatan bidang i dan j, penanganan abu vulkanik hasil pembersihan Candi Borobudur, pembersihan abu vulkanik di bawah lantai Candi Borobudur, perbaikan lapisan pudel untuk stabilitas tanah halaman dan pembenahan sarana prasarana zona I Candi Borobudur yang dikerjakan mulai bulan September hingga Desember.


 

Related Posts