Meniti Jejak Peradaban 2011

 Berita

Dengan semangat bak mentari pagi dan siap untuk melakukan aktivitas pada hari Senin tanggal 23 Mei 2011, para peserta bersiap mengikuti kegiatan Meniti Jejak Peradaban 2011 yang diadakan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan dari Balai Konservasi Peninggalan Borobudur dan pada tahun ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati dan menyambut Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Purbakala ke-98.

Kegiatan Meniti Jejak Peradaban 2011 mengambil tema “Aku dan Budayaku“, yang pesertanya terdiri dari siswa dan guru SMP di Kabupaten Magelang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang.

Dengan mengenakan kaos merah bertuliskan “Meniti Jejak Peradaban”, para peserta bersiap mengikuti kegiatan napak tilas ini yang rencananya akan mengunjungi sejumlah candi yang berada di sekitar Candi Borobobur dan kawasan sekitarnya.

Setelah melakukan registrasi ulang, peserta berkumpul di ruang sidang Balai Konservasi Peninggalan Borobudur dan diberikan pengarahan dari Drs. Marsis Sutopo, M.Si selaku Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. Dalam arahannya, beliau menitikberatkan pada penanaman rasa cinta terhadap budaya negeri dan ikut serta dalam pelestariannya.

Pelepasan peserta Meniti Jejak Peradaban 2011 kemudian resmi dilepas oleh Drs.Marsis Sutopo, M.Si, dan tujuan pertama adalah Candi Borobudur.

Peserta mendapatkan paparan “Budaya Tinggalan Nenek Moyang di Sekitarku” yang disampaikan oleh Andi Putranto, S.S. dari Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada. Paparan tersebut disampaikan di bawah rimbunnya pepohonan yang berada di pelataran Candi Borobudur.

Tanya jawab dan saling memberikan opini menunjukkan adanya antusiasme peserta dalam mengikuti paparan yang disampaikan. Acara kemudian dilanjutkan dengan berfoto bersama dan peserta melanjutkan perjalanan ke candi berikutnya yaitu Candi Pawon.

Perjalanan menuju Candi Pawon dan Mendut semakin menarik dengan dipandu oleh tim dari Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

Kunjungan di Candi Pawon, Mendut, Ngawen, Losari dan Gunung Wukir kembali dijelaskan oleh arkeolog Andi Putranto, S.S.

Di Candi Losari, peserta kagum dengan cerita penemuan yang disampaikan langsung oleh penemunya karena melihat letak candi yang berada di lahan perkebunan pohon salak.

Kunjungan terakhir yaitu di Gunung Wukir dilalui dengan berjalan kaki, menaiki perbukitan menuju candi tersebut.

Wajah lelah tapi tetap semangat terlihat dari masing – masing peserta. Pada akhir kegiatan Meniti Jejak Peradaban 2011, acara bakti sosial dilaksanakan oleh para peserta dengan membersihkan debu, lumut dan rumput yang berada di bebatuan dan lingkungan sekitar candi tersebut sebagai bentuk apresiasi mereka terhadap peninggalan nenek moyang.

Sebelum acara resmi ditutup, para peserta memberikan kesan dan pesan melalui perwakilan siswa dan guru. Kegiatan Meniti Jejak Peradaban 2011 resmi ditutup oleh Koordinator Urusan Pelayanan Masyarakat, Isni Wahyuningsih, S.S.

Peserta dan tim dari Balai Konservasi Peninggalan Borobudur kembali ke kantor Balai Konservasi Peninggalan Borobudur tepat pada pukul 16.00 WIB dan kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah masing – masing.

Related Posts