Pameran 100 tahun Lembaga Purbakala

 Berita

 

Balai Konservasi Borobudur bekerja sama dengan Balai Arkeologi Yogyakarta, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, dan Universitas Jenderal Soedirman menggelar pemeran 100 tahun lembaga purbakala di auditorium Graha Widyatama UNSOED.

 

Dalam sambutannya kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo, M.Si mengatakan sudah saatnya kita memperkuat kebudayaan kita sendiri, yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Banyak contoh yang dapat kita lihat anak-anak kita lebih mudah terpengaruh dengan kebudayaan asing melalui tontonan dari berbagai media seperti televisi dan internet. Jika kita tidak mulai membentengi keluarga kita dari sekarang kebudayaan kita lama-lama pasti akan tergerus dan kita mulai kehilangan jati diri.

Melalui pameran 100 tahun purbakala yang dititik beratkan pada pengenalan budaya dalam negeri bisa menyadarkan kita bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya yang besar, luhur dan kuat tanpa harus berkiblat kebudayaan dari luar.

Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, Drs. Siswanto, MA mengatakan bahwa warisan budaya harus dijaga dan dilestarikan namun tidak hanya berhenti sampai disitu, kita harus terus terus mencari warisan budaya, dan untuk memecahkan misteri masa lalu, sehingga kedepannya kami perlu bekerjasama dengan perguruan tinggi.

Rektor UNSOED, Prof. Edy Yuwono, Ph.D yang sekaligus membuka pameran mengatakan bahwa tidak akan ada masa kini jika tidak ada masa silam.  “Masa silam adalah refleksi sekaligus artikulasi kesadaran kolektif kemandirian dan kepercayaan diri sebagai bangsa yang memiliki warisan budaya yang tinggi serta kearifan yang menyertainya”.  Melalui pameran cagar budaya ini, Rektor berharap masyarakat dapat menyerap informasi sekaligus terbangun rasa bangga sebagai bangsa yang di masa silam telah memiliki pencapaian yang luar biasa.

Pameran 100 tahun Lembaga Purbakala berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 2 – 6 Juni 2013.

Related Posts