Pameran Warisan Budaya Dunia 2013

 Berita

24/10/13 – Untuk menyukseskan Tahun Kunjungan Wisata Jateng 2013, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng menggelar Pameran Warisan Budaya Dunia pada 24- 29 Oktober di Hall Atrium Arjuna Plasa Simpanglima Semarang.

 

Acara ini merupakan hasil kerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng, Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran dan beberapa museum serta paguyupan batik di Jawa Tengah.

Kepala bidang  Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Drs. Djoko Nugroho W.,M.A mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai ajang promosi dan pengenalan warisan budaya dunia tangible (benda) dan intangible (tak benda) yang dimiliki Jawa Tengah.

Beberapa hal yang dipamerkan di antaranya replika Candi Borobudur, Candi Prambanan, manusia purba sangiran, wayang, keris dan batik. Beberapa museum yang ikut berpartisipasi dalam pameran ini antara lain Museum Wayang Wonogiri, Museum Batik Pekalongan, Museum Tosan Aji Purworejo, Paguyuban Pecinta Tosan Aji Semarang, Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Bokor Kencono dan klaster Batik Semarang.

”Wayang, Keris dan Batik juga merupakan Warisan budaya telah masuk sebagai world heritage dan juga diakui oleh UNESCO,” ujar Drs. Djoko Nugroho W., M.A.

Relief Borobudur

Pada pameran kali ini Balai konservasi Borobudur mengangkat tema relief candi Borobudur yaitu Karmawibhangga, Lalitavistara, Jataka, Avadana, Gandavyuha, dan Bhadracari. Cerita-cerita di balik relief ditampilkan apik di stan-stan pameran, selain itu juga ditampilkan informasi mengenai ancaman pelapukan dan kerusakan relief yang diakibatkan oleh berbagai faktor.

Untuk merangsang minat para pengunjung untuk lebih mengenal relief disediakan permainan puzzle relief yang terbukti ampuh menarik perhatian para pengunjung untuk mencoba permainan.

 

Pameran dibuka untuk umum pada jam kunjung Plasa Simpanglima. Selain sarat ilmu pengetahuan, sekaligus menjadi media edukasi atau pembelajaran bagi masyarakat dan juga para pelajar untuk berwisata sekaligus mendapatkan pengetahuan mengenai warisan budaya.

Related Posts