Pelatihan Konservasi Palestina

 Berita

Dukungan Indonesia terhadap pembangunan Negara Palestina semakin besar, terbukti lima warga Palestina mengikuti pelatihan konservasi benda cagar budaya di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

Diharapkan melalui pelatihan ini dapat terjalin hubungan yang lebih erat antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Palestina

Pelatihan dibuka oleh Sekertaris Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ngurah Arjana, Senin (14/11/11) diruang sidang Kantor Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. Beliau mengatakan bahwa kegiatan ini bentuk partisipasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mewujudkan komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembangunan Palestina.

“Kami harapkan dengan kegiatan ini dapat saling tukar pengalaman tentang konservasi dan hubungan Indonesia dengan Palestina semakin erat dalam pelestarian warisan budaya,” katanya.

Hadir pada acara tersebut antara lain Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdari, Pelaksana Tugas Subdit II Kerja Sama Intrakawasan Asia Pasifik dan Afrika, Pangeran Ibrani Situmorang, dan Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Marsis Sutopo.

Para peserta pelatihan akan belajar mengenai regulasi, dokumentasi, konservasi, dan manajemen bencana alam terhadap cagar budaya di BKP Borobudur, BP3 Jawa Tengah, BP3 Yogyakarta dan beberapa tempat lainnya. Materi yang akan mereka terima berupa teori di kelas, observasi di lapangan dan diskusi.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 19 hari mulai tanggal 14 November hingga 3 Desember mendatang. Lima warga Palestina yang mengikuti program pelatihan tersebut yakni Awai Shawamrah, Bassam Nassasra, Mohammed Alseikh, Ziad Abo Owdah, dan Mohammad Kattasik. Mereka berasal dari Kementerian Pariwisata, Konservasi Ibrani, dan Betlehem Pemerintah Palestina.

Related Posts