Pelatihan Konservasi Tingkat Dasar 2012

 Berita

Keberagaman situs cagar budaya di Indonesia membuat bidang konservasi memegang peranan penting dalam penanganan pelestarian, sehingga kebutuhan akan tenaga konservator dalam upaya pelestarian sangat dibutuhkan. Balai Konservasi Peninggalan Borobudur yang memiliki tugas pokok dan fungsi pelatihan tenaga teknis konservasi dan pemugaran menyelenggarakan pelatihan konservasi tingkat dasar 2012 untuk melatih tenaga-tenaga konservator yang handal dan profesional. “Pelatihan ini bertujuan untuk menambah wawasan para peserta sehingga dapat meningkatkan kemampuan individu terutama di bidang konservasi” ungkap ketua panitia pelatihan Ari Swastikawati, S.Si, MA. Menurut Ari tenaga konservator yang mendapatkan pelatihan ini diharapkan mampu menerapkan ilmu yang mereka peroleh dalam pelatihan, sehingga dapat diaplikasikan terhadap situs-situs dimana mereka bekerja dan menjadi tenaga pelaksana lapangan yang terampil.

 

 

Dalam pelatihan konservasi terdapat tiga jenjang pelatihan. Pelatihan konservasi tingkat dasar untuk pelaksana lapangan, tingkat menengah untuk pelaksana sekaligus pengawas dan tingkat tinggi yang nantinya dipadukan antara konservasi dan pemugaran untuk perencana. Untuk mengikuti  pelatihan tingkat tinggi harus terlebih dahulu mengikuti jenjang  di bawahnya.

Peserta Pelatihan Konservasi Tingkat Dasar 2012 kali ini berjumlah 25 orang. Mereka berasal dari beberapa Unit Pelayanan Teknis  Kebudayaan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta beberapa dinas provinsi / kabupaten yang membidangi  Kebudayaan dari seluruh Indonesia.

Pelatihan akan dilaksanakan selama 2 minggu, tanggal 9 – 21 april 2012 di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. Selain materi di kelas, para peserta melakukan praktek di laboratorium dan di lapangan.

 

Related Posts