Pelatihan Konservasi Tingkat Dasar 2013

 Berita

Sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang konservasi cagar budaya, Balai Konservasi Borobudur kembali menyelenggarakan Pelatihan Konservasi Tingkat Dasar Tahun 2013. Pelatihan akan berlangsung selama 14 hari, 17-30 Juli 2013 bertempat di Balai Konservasi Borobudur.

 

Pelatihan dibuka oleh Kepala Balai Konservasi Borobudur, Drs. Marsis Sutopo, M.Si. Beliau menjelaskan mangenai tupoksi BK Borobudur yang salah satunya pengembangan tenaga teknis peninggalan purbakala. Pada  tahun 2013 balai Konservasi Borobudur menyelenggarakan beberapa pelatihan tenaga teknis yaitu pemugaran tingkat menengah, konservasi tingkat dasar dan menengah, fotografi cagar budaya tingkat dasar dan lanjut.

 

Beberapa waktu yang lalu atas kerja sama BK Borobudur dan Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat juga menyelenggarakan bimbingan teknis cagar budaya bagi 30 orang juru pelihara yang memelihara situs di Kabupaten Sumedang.

Balai Konservasi juga memiliki tugas melakukan pengembangan metode dan kajian cagar budaya sehingga pengembangan konservasi juga dilakukan di berbagai media seperti batu, bata, kayu, dan logam. Beberapa kajian juga telah dilakukan dibeberapa situs dan museum di Indonesia.

Ketua panitia Ari Swastikawati, S.Si, M.A menjelaskan bahwa dalam pelatihan tenaga teknis terdapat beberapa jenjang yang dimulai dari tingkat dasar, tingkat menengah, dan tingkat tinggi. Para peserta yang memenuhi syarat nilai akan di undang kembali ke jenjang yang lebih tinggi sehingga dalam setiap akhir pelatihan akan dilakukan evaluasi.

 

Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari Unit Pelayanan Teknis bidang Kebudayaan dilingkungan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, beberapa dinas daerah yang membidangi kebudayaan di Indonesia dan beberapa museum di Indonesia. Selain materi di kelas, para peserta juga akan mendapatkan materi dilapangan seperti di Candi Borobudur, Candi Gedong Songo dan Museum Kereta Api Ambarawa. Diharapkan dengan pelatihan ini akan muncul tenaga-tenaga pelestari cagar budaya yang kompeten dan professional khususnya dibidang konservasi cagar budaya.

Related Posts