Pelatihan Pendokumentasian Cagar Budaya 2012

 Berita

“Saat ini terjadi penurunan sumber daya manusia di bidang pendokumentasian cagar budaya, terutama berkurangnya tenaga dokumentator yang masih memegang prinsip-prinsip dokumentasi cagar budaya.

Para dokumentator yang lama telah memasuki masa pensiun sedangkan tenaga yang baru belum memiliki pengetahuan yang mamadahi.”

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Drs. Marsis sutopo, M.Si Dalam pembukaan Pelatihan Pendokumentasian Cagar Budaya 2012. Dalam catatan beliau pelatihan serupa terakhir dilaksaanakan lebih dari 10 tahun yang lalu.

Drs. Marsis sutopo, M.Si menilai bahwa saat ini terjadi degradasi ilmu dan terputusnya regenerasi tenaga dokumentasi, padahal dokumentasi memiliki peranan yang sangat penting dalam pelestarian cagar budaya. Dokumentasi menjadi fondasi awal pelestarian, karena dari data-data yang diperoleh nantinya akan menjadi data pembanding setiap perubahan yang terjadi pada benda cagar budaya.

Satu hal yang pokok dalam pendokumentasian cagar budaya bahwa dokumentasi tidak hanya teknis-teknis pengambilan gambar saja namun juga bagaimana manajemen pengelolaan data sehingga dapat dimanfaatkan oleh semua orang dalam rentang waktu kapanpun.

Dengan pelatihan ini beliau berharap akan memberikan pengetahuan mengenai dasar-dasar pendokumentasian cagar budaya kepada para peserta pelatihan, yang dapat dikembangkan dalam instasi masing-masing. Karena tidak mungkin hanya dengan pelatihan semacam ini akan menghasilkan tenaga yang profesional secara instan tanpa pengembangan.

Pelatihan pendokumentasian diikuti oleh berbagai Unit Pelayanan Teknis dibidang kebudayaan dilingkungan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan serta beberapa dinas daerah yang membidangi kebudayaan di Indonesia.

Pelatihan dilaksanakan di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur selama 4 hari 29 mei – 1 juni 2012.

Related Posts