Pelatihan Tenaga Teknis Konservasi Tingkat Menengah 2011

 Berita

 

Untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan tenaga teknis di bidang konservasi cagar budaya, Balai Konservasi Peninggalan Borobudur

menyelenggarakan pelatihan tenaga teknis konservasi tingkat menengah 2011. Pelatihan berlangsung selama 20 hari mulai 25 Juli hingga 13 Agustus di ruang sidang BKP Borobudur dan di beberapa situs cagar budaya di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Pelatihan konservasi tingkat menengah ini merupakan kelanjutan dari pelatihan konservasi tenaga teknis tingkat dasar yang diselenggarakan tahun lalu. Kepala BKP Borobudur Drs. Marsis Sutopo, M.Si dalam sambutannya mengatakan dalam pelatihan kali ini memang dibedakan antara pelatihan pemugaran dan konservasi. “ Dalam evaluasi yang kami lakukan dalam pelatihan yang lalu kami melihat kurang efektifnya jika pelatihan pemugaran dan konservasi di jadikan satu sehingga kami pisahkan agar peserta pelatihan lebih fokus pada satu bidang ”.

Pelatihan kali ini ditujukan untuk mempersiapkan tenaga-tenaga konservator yang siap pakai dan profesional karena mereka merupakan salah satu sumber daya manusia yang memiliki posisi pokok dalam upaya pelestarian terhadap cagar budaya. Dalam pelatihan tenaga teknis tingkat menengah diharapkan dapat menghasilkan tenaga teknis yang trampil dalam melaksanakan kegiatan konservasi dan pemugaran.

Kepala BKP Borobudur berharap bahwa nantinya pelatihan konservasi ini menjadi modal awal bagi pengembangan pelestarian cagar budaya di daerah masing-masing, karena pelatihan ini hanya sebagian kecil dari proses pelestarian cagar budaya melihat banyaknya permasalahan yang berbeda-beda di tiap daerah. Beliau juga meminta maaf karena sebagian waktu pelaksanaan pelatihan bertepatan dengan bulan puasa dan berharap hal itu tidak mengurangi semangat peserta untuk tetap mengikuti pelatihan.

Dalam pelatihan konservasi tingkat menengah ini para peserta bukan hanya dari Unit Pelayanan Teknis di bawah Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala saja tetapi juga dinas-dinas di daerah yang membidangi kebudayaan, karena tanggung jawab pelestarian cagar budaya bukan hanya pemerintah pusat saja tetapi juga pemerintah daerah. Selain mendapatkan materi tentang konservasi di ruang kelas dan praktek dilapangan, para peserta juga akan melakukan studi banding di beberapa situs di Jawa Tengah dan Yogyakarta.


 

Related Posts