Pembelajaran Luar Sekolah Balai Konservasi Borobudur

 Berita

Untuk menumbuhkan apresiasi terhadap upaya pelestarian warisan cagar budaya bagi para siswa, Rabu (27/02/13) SMA Negeri  4 Magelang melaksanakan Program Pembelajaran Luar Sekolah di Balai Konservasi Borobudur. Kegiatan yang diikuti 208 siswa ini dibagi dalam 2 gelombang untuk mengefektifkan proses pembelajaran.

Para siswa diterima oleh Kepala Seksi Layanan Konservasi Iskandar M. Siregar S.Si di Ruang Sidang Balai Konservasi Borobudur. Mereka diberi pengarahan pelaksanaan selama pembelajaran dan materi mengenai sejarah dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di BK Borobudur.

Iskandar menjelaskan bahwa kegiatan konservasi yang ada di BK Borobudur tidak hanya menggunakan disiplin Ilmu Arkeologi saja. Kegiatan konservasi yang dilakukan mengkolaborasikan berbagai disiplin ilmu seperti Kimia, Fisika, Biologi, Tehnik Sipil, Arsitektur, Geologi, Geografi dan berbagai disiplin ilmu lainnya, sehingga para siswa yang berasal dari jurusan IPS, IPA, maupun Bahasa bisa belajar disini.

Selain materi di ruangan para siswa ditunjukkan berbagai laboratorium di BK Borobudur, seperti Laboratorium Fisik, Kimia, Biologi, Scanning Electron Microscope (SEM) dan Laboratorium Lapangan. Untuk lebih memberikan pemahaman mengenai proses pemugaran kedua Candi Borobudur, para siswa diajak berkeliling Studio Restorasi Pemugaran Candi Borobudur. Di studio itu para siswa bisa melihat dokumen maupun alat-alat yang dahulu digunakan selama proses pemugaran, selain itu mereka juga melihat film-film mengenai penanganan Candi Borobudur di studio audio visual.

Salah satu guru SMAN 4 Magelang, Drs. Priyo Waspodo mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini, menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa karena bisa membuka cakarawala baru mengenai pelestarian Candi Borobudur. “Banyak pengetahuan-pengetahuan baru yang tidak diperoleh siswa dalam pembelajaran di sekolahan, pengetahuan itu sangat berguna untuk membuka wawasan siswa bahwa pelestarian bukan hanya dilihat dari sejarahnya namun juga disiplin ilmu yang lain”.

Priyo juga sangat berterima kasih kepada Balai Konservasi Borobudur dengan kemudahan proses perijinan dan keramahtamahan selama kegiatan berlangsung. Dia berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut dan berencana  menjadikan program pembelajaran ini sebagai agenda tahunan.

Related Posts