Pengelolaan Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus

 Berita

Kamis (25/04/13) Balai Konservasi Borobudur kembali melaksanakan diskusi bulanan pengkayaan staf teknis dengan mengangkat tema “Pengelolaan Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus (SMPK)”.

 

 

Pemakalah dalam materi ini adalah Arif Gunawan, staf Balai Konservasi Borobudur yang beberapa waktu yang lalu mengikuti Workshop Peningkatan Kemampuan Pengamat SMPK di Bogor, Jawa Barat.

Arif Gunawan menjelaskan bahwa dalam teknis pengamatan terdapat beberapa unsur klimatologi yang menjadi obyek pengamatan. Beberapa unsur tersebut antara lain suhu udara, suhu minimum rumput, suhu tanah, kelembaban, angin, penyinaran matahari, curah hujan, dan penguapan.

Stasiun klimatologi tidak hanya dimanfaatkan dalam bidang pertanian saja namun juga dimanfaatkan dalam bidang konservasi cagar budaya. Balai Konservasi Borobudur sering memanfaatkan stasiun klimatologi untuk menetukan waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan konservasi di Candi Borobudur agar efektif dan efisien.

Koordinator Kajian dan Laboratorium Ari Swastikawati, M.A mencontohkan dalam pembersihan algae mengunakan AC32 harus dilakukan pada saat musim hujan selesai yang bisa diperkirakan dari data stasiun klimatologi, selain itu pola angin yang terdapat di Candi Bororbudur juga dimanfaatkan untuk menentukan pola penyebaran algae di candi. Ari menambahkan bahwa saat ini banyak yang telah memanfaatkan data klimatologi diantaranya untuk pariwisata dalam menentukan rute wisata dan lama perjalanan, kereta api untuk mengetahui waktu pemuaian maksimum rel kereta, penerbangan untuk mencari rute yang aman yang akan dilewati pesawat terbang dan lain sebagainya.

Pada kesempatan itu Kepala Teknis Layanan Konservasi Iskandar M. Siregar, S.Si menyampaikan mengenai Moratorium of Understanding antara Balai Konservasi Borobudur dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sesuai dengan MoU Balai Konservasi Borobudur hanya sebagai pengumpul data klimatologi sedangkan pengolahnya ialah pihak BMKG, sehingga ketika ada pihak yang ingin memperoleh data diarahkan untuk meminta di BMKG agar data yang diperoleh lebih valid.

 

Related Posts