Penghargaan Untuk Para Relawan

 Berita

Erupsi besar Gunung Merapi yang terjadi pada tanggal 26 Oktober 2010 dan 4-5 November 2010, mengakibatkan Candi Borobudur terselimuti abu vulkanik setebal 1-3cm. Hal ini membuat Balai Konservasi Peninggalan Borobudur melaksanakan Kegiatan Tanggap Darurat Candi Borobudur untuk segera membersihkan abu vulkanik untuk mencegah kerusakan pada batuan candi.

Dalam pelaksanaan kegiatan tanggap darurat Balai Konservasi Peninggalan Borobudur dibantu oleh para relawan yang berasal dari lembaga swadaya masyarakat, instansi pemerintah dan swasta. Mereka menganggap bahwa kelestariaan Candi Borobudur bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata namun tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas jasa para relawan yang ikut berpartisipasi dalam Kegiatan Tanggap Darurat Candi Borobudur melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, rabu (20/04/11) memberikan piagam penghargaan kepada para relawan.

Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Ir. Aurora Frida R. Tambunan dalam sambutannya memberikan banyak terima kasih atas bantuan dan partisipasi relawan membantu proses pembersihan candi borobudur, beliau bercerita ikut merasakan dampak letusan merapi karena pada saat itu juga berada di Candi Borobudur sehingga beliau tahu benar kondisi borobudur yang tertutup abu gunung merapi.

Ibu Aurora Frida R. Tambunan sendiri menyerahkan langsung piagam penghargaan kepada para relawan, mereka adalah
a. Jurusan Arkeologi UGM
b. UNESCO
c. Pondok Pesantren Miftahurrohmah Majaksingi
d. IIWC
e. Jurusan Arkeologi UI
f. Kodim Magelang
g. Kelompok Kesenian Satrio Mudho
h. Warung Info Jagad Cleguk
i. Kelompok Hikmahbuddhi
j. Fotografer KOPARI
k. HPI Magelang
l. Hotel Amanjiwo
m. Paguyuban Pedagang Asongan Candi Borobudur
n. PATRIA
o. Marinir TNI
p. Bimas Buddha Kementerian Agama
q. PT Taman Wisata Candi Borobudur
r. Jurusan Pariwisata UGM
s. Angkasa Pura I
t. Muncul Group
u. Diparda DIY
v. Jalin Merapi
w. Insan Pariwisata DIY
x. PHRI Yogyakarta
y. CV Kawan Lama Jakarta
z. Asita Yogyakarta

Salah satu perwakilan relawan merasa tersanjung mendapat penghargaan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bahkan sebenarnya mereka merasa tidak perlu mendapatkan penghargaan itu karena melestarikan cagar budaya terlebih candi borobudur yang merupakan salah satu warisan budaya dunia memang sudah menjadi tanggung jawab kita bersama

Related Posts