PENYAMBUNGAN SETANGAN LEHER

 Berita

Sabtu, 15 Oktober 2011 di halaman Candi Borobudur dilaksanakan kegiatan Penyambungan Setangan Leher

atau Hasduk Merah Putih oleh para anggota Pramuka SD/MI se-Kabupaten Magelang dalam rangka pemecahan rekor Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI). Tema dari kegiatan ini yaitu Satu Pramuka Satu Indonesia. Acara ini diikuti oleh 21 kecamatan yang mengirimkan kurang lebih 6 regu, tiap regu terdiri dari 10 anggota. Namun pada pelaksanaan kemarin, tiap kecamatan bahkan mengirimkan lebih dari 6 regu, ada yang mengirimkan 10-17 regu. Diketahui jumlah peserta mencapai 1580 orang.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dimana peserta memasuki area Candi Borobudur untuk kemudian berbaris mengelilingi candi. Pukul 09.40 WIB peluit sangkala dibunyikan sebagai pertanda kegiatan dimulai. Para peserta mengucap “Satyaku Ku Darmakan, Darmaku Ku Baktikan” secara serempak. Para peserta kemudian melepas setangan lehernya masing-masing. Penyambungan pertama dilakukan oleh Ka Kwarcab Kabupaten Magelang Drs. Suharno,M.M yang diikuti peserta, sedangkan penerimaan dan penyambungan terakhir dilakukan oleh Ka Kwarda Jawa Tengah atau yang mewakili yaitu Haruno, S.H. Bersama-sama para peserta menyanyikan Lagu Syukur, yang dilanjutkan pelepasan ikatan setangan leher kemudian masing-masing peserta mengenakan kembali setangan lehernya.

Saat diwawancarai, Drs. Suharno,M.M mengatakan bahwa kegiatan Penyambungan Setangan Leher Merah Putih ini dilaksanakan sebagai simbol kepedulian Pramuka terhadap salah satu warisan budaya dunia Candi Borobudur dan siap untuk menyelamatkan maupun mengamankannya. Dikatakan pula bahwa kegiatan ini merupakan puncak kegiatan rangkaian peringatan Hari Pramuka yang ke-50. Menurut Drs. Joni Susmiyanto, M.Pd selaku Ketua Panitia, dengan adanya pemberitaan melalui media maupun dokumentasi diharapkan kegiatan Penyambungan Setangan Leher Mengelilingi Candi Borobudur ini mendapatkan penghargaan dari MURI.


 

Related Posts