Penyusunan Rencana Pengembangan Zona 1 Candi Borobudur

 Berita

 

Senin (24/09/12) Balai Konservasi Borobudur menyelenggarakan Penyusunan Rencana Pengembangan Zona 1 Candi Borobudur.

Penyusunan ini untuk meningkatkan kelestarian (state of preservation) Candi Borobudur sebagai warisan dunia, sehingga bisa mengakomodir kebutuhan pemanfaatan candi terutama di bidang pendidikan, pariwisata maupun religi.

 

Zona 1 Candi Borobudur sebagai sanctuary areas yang di dalamnya terdapat struktur Candi Borobudur dan lingkungan sekitarnya yang menjadi zona pelindung, harus memiliki suatu rencana pengembangan yang mampu mengelola komponen candi dan lingkungan sekitarnya.

Kepala BK Borobudur Drs. Marsis Sutopo, M.Si mengatakan bahwa Candi Borobudur sebagai World Heritage harus memiliki manajemen plan yang sesuai dengan arahan dari UNESCO. Manajemen plan yang disusun harus mampu menyinergiskan antara upaya pengembangan pelestarian dengan upaya pengembangan pemanfaatannya yang sesuai dengan amanat Undang-Undang Cagar Budaya.

Menurut beliau ada empat hal yang kini menjadi perhatian yaitu jumlah pengunjung, ruang terbuka di sekitar candi, apresiasi pengunjung terhadap candi, dan pelestarian jangka panjang.

Dalam acara tersebut hadir 2 narasumber yaitu Prof. Dr. Mudardjito dan Drs. Nurhadi, M.Sc. Selain itu hadir beberapa peserta dari BPCB Jawa Tengah dan DIY, Museum Benteng Vredeburg, Balar Yogyakarta, Jurusan Arkeologi UGM, Disbudpar dan Bappeda Kabupaten Magelang, BPNST Yogyakarta, dan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman .

Dari Penyusunan Rencana Pengembangan Zona 1 Candi Borobudur diharapkan muncul sebuah rekomendasi yang nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pengelolaan pelestarian Candi Borobudur di tahun 2013

 

Related Posts