Penyusunan Standar Operasional Prosedur ( SOP ) Konservasi Borobudur

 Berita

(28/11/13) Balai Konservasi Borobudur melaksanakan Penyusunan Standar Operasional Prosedur ( SOP ) Konservasi Candi Borobudur.

 

Dalam penyusunan yang kedua ini diharapkan draf yang telah disusun setahun yang lalu bisa lebih sempurna.

Penyusunan SOP Konservasi  Borobudur dibuka oleh Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo, M.Si, beliau menyampaikan bahwa suatu pekerjaan tidak boleh dikerjakan atas faktor kebiasaan. Menurutnya setiap pekerjaan harus memiliki SOP yang mempermudah alur pekerjaan dan memudahkan regenerasi SDM.

Standar yang baku bisa menjadi acuan setiap pekerja sehingga kasus-kasus putusnya rantai pekerjaan akibat pergantian personel tidak terjadi. SOP akan memandu para pekerja bekerja secara prosedural sesuai dengan standar yang ada sehingga secara tidak langsung membuat para pekerja lebih professional dalam melaksanakan tugasnya. Nantinya bukan hanya SOP Konservasi Borobudur saja yang dibuat namun beberapa pekerjaan seperti pengamanan, pada situasi bencana, pemanfaatan, perijinan, kunjungan tamu, dan lain-lain harus ada SOPnya.

 

Peserta penyusunan SOP kali ini berjumlah 22 orang yang berasal dari BPCB D.I.Yogyakarta, BPCB Jawa Tengah, Museum Benteng Vredenburg, Dinas Pariwisata Kabupaten  Magelang, purna tugas dan staf Balai Konservasi Borobudur. Penyusunan berlangsung selama 2 hari 28 – 29 November 2013. Diharapkan dengan penyusunan SOP Konservasi Borobudur yang kedua ini draf yang telah tersusun bisa terselesaikan dan segera bisa diaplikasikan di Candi Borobudur.

Related Posts