Perancangan Pameran Museum

 Berita

“Konsep menjadi bagian terpenting dalam sebuah perancangan pameran museum karena konsep menjadi landasan awal perjalanan pameran dan permuseuman” hal tersebut adalah point penting dalam diskusi bulanan pengkayaan keilmuan staf teknis Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Kamis (02/08/12) yang bertajuk Perancangan Pameran Museum.

Diskusi dimulai sejak jam 09.00 dengan pemateri Yenny Supandi, S.Si dan Dian Puspitasari, S.T staf BKP Borobudur. Materi mengenai Perancangan Pameran Museum sangat penting terlebih keberadaan Studio Restorasi Candi Borobudur yang dimiliki BKP Borobudur telah dibuka akhir tahun 2011 lalu. Keberadaan studio restorasi sangat penting sebagai salah satu sarana pembelajaran masyarakat mengenai pemugaran Candi Borobudur.

Selain sebuah konsep, dalam membuat sebuah pameran dibutuhkan materi yang akan disajikan sesuai dengan tema yang akan dibawakan. Materi bisa berasal dari dalam instansi itu sendiri maupun meminjam dari pihak yang lain sesuai dengan kebutuhan agar tujuan pemeran dapat tercapai. Untuk mendukung terselenggaranya pameran dibutuhkan sebuah tim yang solid untuk mengelola semua kebutuhan yang diperlukan dalam pameran.

Untuk memaksimalkan tujuan dari pameran dibutuhkan beberapa personel dengan keahlian tertentu yang biasa tergabung dalam sebuah tim pengelolaan. Beberapa bagian yang terlibat yaitu Audience Specialist (melakukan riset mengenai pengunjung), Content Specialist ( bertanggung jawab mengenai isi pameran), Communication Specialist (bertanggung jawab dalam pemasaran dan berhubungan dengan pihak luar), dan Instalation Specialist (bertanggung jawab dalam penyusunan interior pameran).

Kepala BKP Borobudur Drs. Marsis Sutopo, M.Si yang ikut dalam diskusi menegaskan bahwa dalam membuat sebuah pameran maupun museum harus memiliki konsep yang jelas, bukan konsep yang asal jadi yang tidak bisa maksimal. ”sebuah konsep pameran harus dipikirkan secara matang sehingga bisa membawa kesan bagi orang yang melihatnya” ungkapnya.

 

Related Posts