Perayaan Waisak 2556 BE/2012 di Candi Borobudur

 Berita

Puncak perayaan waisak 2556 BE/2012 yang jatuh pada tanggal 06 mei 2012 , dipusatkan di halaman Candi Borobudur. Para bhiksu melakukan prosesi peribadatan dengan melakukan puja-puji kepada Buddha yang dilanjutkan dengan prosesi pradaksina mengelilingi candi sebanyak 3 kali.

Prosesi peribadatan diakhiri dengan pelepasan sekitar 1000 lampion sebagai lambang doa dan harapan.

Perayaan waisak diawali dengan ibadah bersama beberapa majelis umat Buddha di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah. Mereka melakukan ritual doa hingga detik-detik waisak tepat pada pukul 10.34 WIB, setelah ritual selesai mereka melakukan arak-arakkan dari Candi Mendut melewati Candi Pawon dan diakhiri di Candi Borobudur.

Setelah tiba di Candi Borobudur , sekitar 300 bhiksu dari beberapa majelis umat Buddha saling bergantian melakukan puja-puji di altar panggung yang telah didirikan di halaman candi Borobudur.

Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Dra. Siti Hartati Murdaya menghimbau agar umat Buddha mempertahankan kesadaran maitri karuna atau memikirkan kebahagiaan orang lain, sehingga meminta umat untuk lebih menjaga ucapan, perasaan, dan hati agar terlepas dari penderitaan.

Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan prosesi pradaksina dengan mengelilingi candi Borobudur sebanyak 3 kali dengan membawa lilin, namun sayangnya beberapa lilin tidak diberi tempat untuk menampung lelehan lilin, sehingga banyak lelehan yang jatuh mengotori halaman dan batu struktur jalan masuk candi disemua sisi.

Prosesi diakhiri dengan pelepasan sekitar 1000 lampion di halaman Candi Borobudur. Ratusan lampion berhasil diterbangkan sehingga menghiasi langit di Kawasan Candi Borobudur meskipun beberapa lampion tersangkut dipohon yang akhirnya terbakar dan jatuh ke tanah .

Related Posts