Peringatan Hari Raya Waisak 2560 BE

 Berita

IMG_8075_800x533

Peringatan Hari Raya Waisak 2560 BE yang tepat jatuh pada tanggal 22 Mei 2016 dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia,Jusuf Kalla. Dalam Seremonial Waisak Nasional ini menyerukan agar seluruh umat beragama untuk memperkuat persatuan dan kerja sama untuk kemajuan bangsa.

Jusuf Kalla mengatakan bahwa Indonesia bangga memiliki Candi Borobudur sebagai warisan budaya yang dipelihara dengan baik oleh masyarakat di sekitarnya tanpa memandang perbedaan agama.
Hal itu menjadi contoh bagaimana umat beragama saling menghormati dalam menjaga Borobudur. Agama Islam menghormat agama lain. Begitu pula agama Buddha dan Kristen yang menghormati sesame umat beragama.

Selain itu menurut Wakil Presiden saat ini dunia mengalami banyak permasalahan, seperti konflik ekonomi dan kesejahteraan. Ia berpesan agar umat beragama memperkuat persatuan dan kerja sama. “Apa pun agamanya, perlu meningkatkan kerja sama untuk kemajuan bangsa,” kata Kalla.
Ia menyatakan Waisak merupakan perayaan untuk menyampaikan kegembiraan dan mengevaluasi apa yang kita lakukan untuk ibadah masing-masing. Cinta kasih terhadap sesama manusia, kesatuan, persaudaraan, dan kebahagiaan bersama menjadi tujuan bersama.

Semua agama, kata Kalla, menyampaikan hal yang sama, yakni keselamatan. Pesan keselamatan ada pada Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia punya beragam perbedaan tapi satu. Perdamaian memberi tujuan kesejahteraan yang dijalankan dengan baik dan penuh kejujuran. Memajukan bangsa, kata JK, perlu sentuhan cinta kasih dari lubuk hati, saling menghormati, dan kerja sama yang baik. Di Indonesia terdapat pandangan yang berbeda-beda, misalnya pandangan yang baik, keras, dan lembut.

Sebelumnya perayaan Waisak diawali dengan prosesi pengambilan air berkah dari Umbul Jumprit dan api alam di Mrapen, Purwodadi. Keduanya kemudian disemayamkan di Candi Mendut untuk disakralkan oleh umat Buddha. Dilanjutkan dengan prosesi kirap dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur dengan melewati Candi Pawon  di Magelang, Jawa Tengah. Dalam prosesi itu para biksu, tokoh-tokoh dalam agama Buddha, simbol-simbol agama Buddha, dan hasil bumi diarak sepanjang jalan. Prosesi tersebut diikuti oleh ribuan orang.

Pada pukul 19.00 semua umat berkumpul untuk mengikuti Seremonial Dharmasanti Waisak bersama Wakil Presiden,Jusuf Kalla, dan pukul 22.00 pelepasan 5.000 lampion di halaman Gunadharma.

Menjelang detik-detik Waisak yang jatuh pada pukul 04.14.06 WIB 22 Mei 2016, diawali doa bersama yang dilanjutkan dengan Renungan hingga detik-detik Waisak yang ditutup dengan namaskara atau sujud. Kemudian dilanjutkan dengan Pradaksina, yaitu mengelilingi Candi Borobudur sebanyak 3 kali.

IMG_8147_800x533IMG_8288_800x533 IMG_8326_800x533 IMG_8011_800x533

Related Posts