Rapat kerja BKPB 2011

 Berita

 

Menjelang berakhirnya masa kerja tahun anggaran 2011, Balai Konservasi Peninggalan Borobudur melaksanakan Rapat Kerja Tahunan 2011

 

untuk melihat pencapaian dan evaluasi kegiatan tahun ini. Rapat dilaksanakan selama 2 hari, 11-12 November 2011 di LPP Convention Hotel, Yogyakarta.

 

Dalam rapat tersebut diberikan pembekalan materi dalam menyusun sebuah rencana kerja organisasi. salah satu materinya mengenai anggaran organisasi, bagaimana tata cara pelaksanakan anggaran hingga revisi anggaran ketika terjadi perubahan yang tidak bisa dihindari. Selain itu sosialisasi PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai juga diberikan untuk meningkatkan disiplin pegawai mengingat kedisiplinan pegawai negeri sipil kerap menjadi sorotan masyarakat.

Tantangan dan peluang konservasi cagar budaya di masa depan tidak mungkin terlepas dalam penyusunan anggaran, hal tersebut menjadi salah satu pijakan untuk menentukan kemanakah organisasi akan berjalan. Salah satu tantangan besar yaitu pemanfaatan benda cagar budaya yang tanpa memperhatikan keberlangsungan benda tersebut dimasa yang akan datang. hal tersebut menjadi ancaman besar bagi kelestaran cagar budaya sehingga menjadi tantangan sekaligus prospek ke depan untuk Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

Setelah diberikan pemaparan materi dilanjutkan dengan laporan dan evaluasi program kerja 2011, laporan tersebut dibawakan oleh Kepala Seksi Pelayanan Teknis Iskandar Mulia Siregar, S.Si dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Wiwit Kasiyati, S.S. sebagian besar program 2011 telah terlaksana hanya beberapa program yang harus dievaluasi untuk segera dilaksanakan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan rencana kerja 2012 oleh Hari Setyawan, S.S dan Fr. Dian Eka Rini, S.Si, dalam pemaparan tersebut tim penyusun anggaran mendapat masukan untuk lebih memperjelas judul-judul program atau kegiatan agar tidak rancu dengan program tahun-tahun sebelumnya.

Rapat hari kedua diisi dengan pemaparan rencana kerja tahun 2013 yang dibuka oleh Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Drs. Marsis Sutopo, M.Si. beliau mengatakan bahwa dengan bergabungnya Kebudayaan ke Kementerian Pendidikan Nasional menjadi tantangan baru BKPB ke depan dan ada kemungkinan terjadi perubahan mulai dari Visi, Misi hingga Tugas Pokok dan Fungsi yang lebih mengarah pada bidang pendidikan, sehingga kita dituntut lebih fliksibel dan mudah beradaptasi.

 

Related Posts