Sekolah Lapang Iklim di BKP Borobudur

 Berita

Selasa (20/09/11), Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Magelang menyelenggarakan Sekolah Lapang Iklim di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memberi bekal pengetahuan pada para petani mengenai perubahan iklim yang sedang terjadi agar mereka lebih mudah untuk beradaptasi dalam bercocok tanam.

Rombongan peserta diterima oleh Kepala Seksi Pelayanan Teknis BKP Borobudur Iskandar Mulya Siregar S.Si didampingi oleh Arif Gunawan dan Al. Widyo Purwoko staf BKP Borobudur dari Pokja Kajian dan Laboratorium, yang mengelola stasiun klimatologi. Mereka memberikan penjelasan mengenai perubahan iklim yang terjadi dan faktor-faktor penyebabnya.

Kepala Seksi Sarana Prasarana DinTanBunHut Kabupaten Magelang, Ir. Mirza Sidarta menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para petani agar dapat beradaptasi terhadap perubahan iklim. Selain itu juga memberikan pengetahuan tentang bagaimana tata cara bercocok tanam yang tidak menimbulkan kerusakan alam, sehingga kedepan bisa memberikan sumbangan yang positif pada kelestarian alam.

“ Dengan memberikan pengetahuan tentang iklim dan alat-alat pendukungnya, para petani bisa lebih memahami dan memberi bekal dalam navigasi perubahan iklim yang ekstrem saat ini, sehingga bisa ditentukan penanganan yang terbaik bagi lahan garapan mereka” ungkap Mirza. “Kedepan petani diharap bisa berperan dalam upaya kelestarian alam, karena setelah ada koreksi praktek dilapangan sering ditemui tata cara bertani yang malah merusak alam, seperti efek rumah kaca, penggunaan bahan kimia yang terlalu banyak, dan sistem bertani yang salah sehingga pembekalan kepada para petani mutlak diperlukan” tambahnya.

Sebanyak 50 orang peserta merupakan para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kabupaten Magelang, mereka mendapat pelatihan dalam 12 kali pertemuan dan salah satunya di BKP Borobudur. “ salah satu alasan kita mengadakan sekolah iklim di BKP Borobudur karena di sini terdapat stasiun pengamat cuaca yang komplit dan dekat dengan wilayah kami bekerja, sehingga dengan mudah bisa mendapatkan wawasan yang luas salah satunya pengumpulan data tentang iklim”. Ungkap Mirza.

Related Posts