Seminar Konservasi Candi Borobudur

 Berita

 

Dalam rangka menyambut perayaan 20 tahun selesainya pemugaran II Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur melaksanakan kegiatan yang bertajuk “ Seminar Konservasi Candi Borobudur “.

Acara ini di laksanakan di Yogyakarta, berlangsung tanggal 10 – 11 November 2012, dengan jumlah peserta 50 orang.

Seminar Konservasi dibuka langsung oleh Direktur Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Kementrian Pendidikan dan kebudayaan Dra. Diah Harianti, M.Psi. Beliau juga menyampaikan keynote speech , dengan judul “Kebijakan Pelestarian Warisan Dunia di Indonesia”.

Selanjutnya paparan oleh para ahli diantara Prof. Suminto A. Sayuti dengan topik “Pengelolaaan Warisan Budaya dan Pendidikan “. Beliau menyampaikan bahwa nilainilai budaya tradisional sudah jarang ditemui dalam aktivitas seharihari manusia masa kini. Dilanjutkan dengan pemaparan oleh Bapak Ismijono dengan judul “ Pemugaran II Candi Borobudur”.

Pada sesi ke-2, Prof. Dr. Ir. Kabul Basah Suryolelono, Dip.H.E, DEA, menyampaikan presentasi dengan topik “Kestabilan Bukit dan Struktutal Candi Borobudur Pascapemugaran II”. Beliau menyampaikan bahwa kestabilan bukit pada Candi Borobudur saat ini pada posisi yang aman dan stabil.

Sementara Prof. Endang Tri Wahyuni, M.S menyampaikan paparan yang berjudul “Kondisi Keterawatan Batu candi Borobudur dari Aspek Kimiawi”. Beliau menyampaikan bahwa kondisi keterawatan Candi Borobudur sangat dipengaruhi oleh faktor iklim setempat maupun kawasan. Hal ini dikarenakan Candi Borobudur merupakan monumen yang secara arsitektural kondisinya terbuka sehingga sangat mungkin dipengaruhi oleh kondisi cuaca disekitarnya.

Aspek kearkeologian dalam Candi Borobudur disampaikan oleh Prof. Timbul Haryono, M.Sc dengan topik “Penelitian Arkeologi pada Pemugaran II”. Beliau menyampaikan bahwa pemugaran candi yang disertai penelitian dapat mengungkapkan aktivitas manusia pada masa lalu khususnya pada tradisi membangun candi secara lebih spesifik.

Pada hari ke-2, panitia membagi peserta perumusan pra-expert meeting menjadi 4 kelompok. Empat kelompok yang dibentuk bertujuan supaya dalam perumusan dapat lebih terfokus. Sehingga pada pelaksanaan expert meeting tahun 2013 akan berjalan sesuai rumusan pada pra-expert meeting. Empat kelompok tersebut yaitu, konservasi, tekno-arkeologi, sosial budaya, dan manajemen.

 

Related Posts