Seminar Pra Kajian Konservasi Cagar Budaya dengan Bahan Tradisional

 Berita

Selasa, (08/04/14) Balai Konservasi Borobudur menyelenggarakan seminar pra kajian di Hotel Grand Artos, Magelang, Jawa Tengah. Seminar pra kajian ini untuk memperoleh masukan dari para narasumber dan peserta seminar sebelum pelaksanaan kajian konservasi cagar budaya dilakukan.

Seminar pra kajian hari ini membahas Kajian Konservasi Cagar Budaya dengan Bahan Tradisional yang meliputi 2 judul kajian yaitu, Kajian Pembersihan Cagar Budaya Logam dengan Bahan Tradisional dan Kajian Konservasi Cagar Budaya Kayu dengan Bahan Tradisional. Kajian konservasi cagar budaya dengan bahan tradisional sangat penting dilakukan untuk menggali kearifan lokal di dalam kehidupan masyarakat dan menganalisisnya secara ilmiah.

Kepala Balai Konservasi Borobudur, Marsis Sutopo mengatakan bahwa pada tahun 2014 BK Borobudur akan melaksanakan 7 kajian dengan dana APBN dan 1 kajian dengan dana pelestarian dari PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Kajian yang akan dilaksanakan adalah :

1. Kajian Konservasi Cagar Budaya Logam dengan Metode Tradisional.

2. Kajian Konservasi Cagar Budaya Kayu dengan Bahan Tradisional.

3. Kajian Dampak Negatif Dupa dan Lilin Terhadap Batu Candi.

4. Kajian Efektifitas Endapan Garam pada Cagar Budaya Berbahan Batu dengan Resin Penukar Ion.

5. Kajian Pengembangan Metode Pengukuran Deformasi Vertikal dan Horisontal Candi Borobudur dan Bukit.

6. Kajian Konservasi Situs Liyangan.

7. Kajian Visitor Management Candi Borobudur.

8. Kajian Perlindungan Tangga Candi Borobudur

Marsis menambahkan bahwa pada bulan Juni 2014 BK Borobudur berencana untuk menyelenggarakan Workshop Nasional Konservasi Berbasis Kearifan Tradisional. “Sebenarnya kita memiliki banyak metode konservasi berbasis tradisional yang tersebar diseluruh pelosok nusantara, dengan Workshop Nasional Konservasi Berbasis Kearifan Tradisional ini bisa menjadi salah satu jembatan untuk mulai mengumpulkan metode-metode tersebut yang nantinya dapat diterapkan untuk cagar budaya dan dibahas secara ilmiah” ungkap Marsis.

Dalam Seminar Pra Kajian Konservasi Cagar Budaya dengan Bahan Tradisional, beberapa narasumber yang hadir antara lain Prof Dr. Endang Tri Wahyuni, M.S, Prof. Dr. Sri Atun, M.Si, Riyanto, Ph.D, dan Aris Munandar.

 

Related Posts