Seminar Seabad Purbakala Indonesia

 Berita

(19/06/07) Dalam rangka memperingati 100 tahun Lembaga Purbakala Indonesia, Balai Konservasi Borobudur melaksanakan Seminar Seabad Purbakala Indonesia.

Dalam seminar itu hadir 5 pemateri yang menjadi pakar di bidangnya.

Salah satu pemateri adalah Prof. Mundardjito yang membawakan materi  100 Tahun Purbakala Indonesia : Capaian dan Impian ke Depan. dia mengatakan bahwa memasuki millennium ketiga institusi arkeologi  Indonesia harus mampu melakukan beberapa hal pokok, yaitu mengidentifikasi setiap permasalahan yang mengancam pelestarian cagar budaya, mampu memberikan saran dan pemecahan atas permasalahan yang terjadi baik di level regional maupun nasional, dan menekankan tugas utama arkeologi pada empat hal pokok yaitu penelitian, pelestarian, konservasi dan peningkatan Sumber Daya Manusia. Beliau juga menekankan bahwa setiap kebenaran harus dapat dibuktikan secara ilmiah namun kebenaran dalam hal ini yang mampu diterima secara akal sehat.

Dalam seminar tersebut hadir juga Prof. Suminto A. Sayuti yang memberikan materi Purbakala dalam Pendidikan : Mewariskan Cagar Budaya Untuk Generasi Muda. Dia menyampaikan bahwa Harkat suatu bangsa ditentukan oleh budayanya sendiri di mana budaya itu akan tumbuh dan berkembang apabila didukung oleh masyarakatnya.

Salah satu upaya strategis yang harus diambil adalah penempatan pendidikan sebagai proses pembudayaan dalam artian proses penyelenggaraan pendidikan tidak boleh dilepaskan dari kebudayaan dalam keseluruhannya. Menurut  Prof. Suminto ada empat alasan yaitu pertama dalam keseluruhan dan keutuhannya, kebudayaan merupakan lahan dan habitat utama bagi tumbuhnya identitas dan kepribadian. Kedua kebudayaan memerlukan pelestarian melalui pendidikan. Ketiga penyelenggaraan pendidikan tanpa orientasi budaya akan menjadi kering dan jauh dari nilai-nilai luhur. Keempat tanpa pendukungnya yang sadar dan terdidik, kebudayaan diniscayakan akan kehilangan fungsinya sebagai sumber nilai.

Selain dua pemateri tersebut hadir juga Drs. Junus Satrio Admojo, M.Hum yang menyampaikan Peran dan Tantangan IAAI dalam Pelestarian Cagar Budaya, Prof. Endang Sumiarni menyampaikan Undang-Undang Cagar Budaya Sebagai Media Perlindungan Cagar Budaya dan Drs. Tjahyono Prasodjo, M.A  Ketua  IAAI Komda Jawa Tengah- DIY menyampaikan Arkeologi Publik sebagai Media Pelibatan Masyarakat dalam Pelestarian Cagar Budaya.

 

Seminar seabad purbakala Indonesia diikuti oleh 60 peserta dari berbagai institusi, akademisi dan masyarakat. Acara diselenggarakan di Ruang Sidang II Balai Konservasi Borobudur.

Related Posts