Simulasi Pemasangan Penutup Stupa

 Berita

Rabu (09/01/13) Balai Konservasi Borobudur  melakukan simulasi pemasangan penutup stupa di Candi Borobudur. Simulasi dilaksanakan sebagai tahapan awal persiapan mitigasi bencana dalam pelestarian cagar budaya terutama penanggulangan erupsi Gunung Merapi.

Simulasi dilakukan pada stupa dilantai 8,9,10, dan stupa induk Candi Borobudur. Menurut Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo M.Si, simulasi ini merupakan ujicoba peralatan baru berupa penutup stupa yang berkaca dari peristiwa erupsi Gunung Merapi 2010 silam. Pada peristiwa erupsi Gunung Merapi kekurangsiapan akibat minimnya pengalaman dalam penanganan bencana membuat proses penanganan banyak memakan biaya dan waktu.

“dengan ujicoba ini sebagai awal mitigasi bencana dalam pelestarian cagar budaya sehingga akan dibuat perencanaan yang matang mulai dari evakuasi pengunjung, pengamanan benda cagar budaya dan tindakan penyelamatan untuk pelestarian cagar budaya” ungkap Pak Marsis.

Untuk tahap awal penutup stupa baru berjumlah 45 buah dan 1 buah untuk stupa pusat dan akan digenapkan jumlahnya pada tahap berikutnya. Penutup stupa mengunakan bahan khusus tarpaulin dari Jerman yang tahan air, kuat, dan tidak mudah rapuh.

Sementara itu ditemui terpisah Kepala Layanan Konservasi Iskandar M. Siregar S.Si mengatakan bahwa ujicoba penutup stupa akan dilakukan hingga senin mendatang untuk melihat efektivitas dan dampak yang mungkin akan muncul ketika penutup digunakan. Untuk itu dia meminta maaf kepada para pengunjung Candi Borobudur jika kunjungan yang kali ini agak terganggu khususnya di lantai 9 dan 10 untuk sementara ditutup untuk ujicoba.

Balai Konservasi Borobudur tahun ini telah merencanakan kegiatan bimbingan teknis mitigasi bencana untuk cagar budaya yang bekerja sama dengan Pusat Studi Bencana Alam yang di dalamnya akan dilakukan simulasi bencana.

 

Related Posts