Simulasi Siaga Bencana Cagar Budaya

 Berita

Jum’at (01/11/13) Balai Konservasi Borobudur melaksanakan Simulasi Siaga Bencana Cagar Budaya, sebagai bentuk persiapan dini dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

 

Peserta simulasi bukan hanya staf dari Balai Konservasi Borobudur namun juga beberapa instansi terkait yang ada di kabupaten magelang dan masyarakat sekitar cagar budaya.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo, M.Si mengatakan bahwa simulasi ini sebagai langkah awal mengantisipasi bencana alam di situs cagar budaya mengingat Indonesia merupakan Negara yang sangat rentan dengan bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir dan lain sebagainya.

Beliau menambahkan dalam simulasi kali ini Balai Konservasi Borobudur mengajak beberapa instasi terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Magelang, BPBD Kabupaten Magelang, Kesbanglinmas Kabupaten Magelang, Jasa Raharja , Puskesmas Mungkid, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Satuan Pengamanan Obyek Vital Nasional, Koramil Mungkid, Polsek Mungkid dan juga masyarakat. “Khusus untuk masyarakat kita berharap kegiatan ini bisa mengedukasi sekaligus menumbuhkan sikap kesiapsiagaan bencana terutama di situs cagar budaya “ ungkap Pak Marsis.

Rapat koordinasi

Sehari sebelumnya Balai Konservasi Borobudur menyelenggarakan rapat koordinasi dengan beberapa instansi terkait sebagai langkah persiapan simulasi dan kesiapsiagaan bencana di situs cagar budaya. Apalagi Borobudur Coumpounds yang terdiri dari Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon merupakan salah satu Obyek Vital Nasional yang rawan bencana alam berupa letusan gunung berapi dan gempa bumi. Bencana tersebut tidak bisa diprediksi kapan datangnya sehingga perlu disiapkan secara dini kegiatan pelatihan tanggap bencana.

Sebagai bentuk rasa tanggung jawab terhadap pelestarian cagar budaya, Balai Konservasi Borobudur menyiapkan sumber daya manusia dan prasarana pendukungnya. Salah satu bentuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang tanggap bencana menyelenggarakan acara simulasi siaga bencana cagar budaya.

Dengan merapatkan barisan dan meningkatkan kerjasama antar instansi diharapkan dapat meminimalisir dampak bencana alam yang bisa muncul baik terhadap masyarakat maupun cagar budaya.

 

 

Related Posts