Simulasi Tanggap Darurat Erupsi Merapi di Candi Borobudur

 Berita

Kepanikan dirasakan oleh para pengunjung candi Borobudur pada Jum’at (07/02/13) ketika diumumkan status awas Gunung Merapi.

Dengan kesiapsiagaan petugas lapangan mencoba meredam kepanikan pengunjung dan mengevakuasi setiap korban yang berada di atas candi. Namun hal tersebut hanyalah bagian dari simulasi tanggap darurat erupsi gunung merapi di Candi Borobudur yang diselenggarakan oleh Balai Konservasi Borobudur.

Simulasi yang melibatkan ratusan pengunjung dan berbagai instansi terkait di wilayah Borobudur ini dilakukan guna mengantisipasi erupsi merapi seperti yang terjadi tahun 2010 silam.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo M.Si mengatakan, simulasi tanggap bencana pada cagar budaya di Candi Borobudur merupakan upaya bersama yang melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat agar selalu siap menghadapi bencana erupsi Merapi yang selalu mengancam Candi Borobudur.

Beliau mengatakan dengan adanya sumber daya manusia yang terlatih dalam menangani Candi Borobudur dalam kondisi bencana maka akan semakin mengurangi dampak bencana yang terjadi. Simulasi tanggap bencana pada cagar budaya ini merupakan yang pertama diadakan di Indonesia, dan diikuti oleh para peserta Bimbingan Teknis Manajemen Penanggulangan Bencana pada Cagar Budaya dari seluruh Indonesia.

“Diharapkan para peserta bimbingan teknis yang sudah mengikuti simulasi tanggap bencana di Candi Borobudur dapat mengembangkannya di daerah masing-masing sesuai dengan potensi ancaman bencana yang ada di setiap daerah” ungkap Pak Marsis.

Peneliti Senior Pusat Studi Bencana Alam UGM Prof Dr HA Sudibyakto MS mengatakan, simulasi tanggap bencana di Candi Borobudur atas ancaman abu vulkanik dari erupsi Merapi sangat penting untuk dilakukan.”Berkaca dari pengalaman erupsi tahun 2010, simulasi ini selain dapat menyelamatkan kerusakan bangunan candi juga dapat mengurangi risiko bagi penduduk sekitar dan wisatawan yang sedang berkunjung di Candi Borobudur,” katanya.

Skenario simulasi dengan jumlah peserta keseluruhan sekitar 350 orang tersebut diawali Balai Konservasi Borobudur menerima informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang bahwa status Gunung Merapi naik menjadi “awas”.

Kepala balai Konservasi Borobudur yang bertindak sebagai komandan tim tanggap darurat bencana memerintahkan tim tanggap bencana untuk menyiapkan diri dan melakukan evakuasi terhadap pengunjung.Selain itu, regu penanganan stupa segera memasang “cover” stupa sedangkan regu pemetaan mulai memetakan lokasi pengunjung secara bergantian.

Ketika diumumkan terjadi erupsi Gunung Merapi dan angin mengarah ke barat kemungkinan membawa abu erupsi ke candi Borobudur maka pengunjung dievakuasi, beberapa pengunjung terlihat dievakuasi dengan tandu karena sakit. Ambulans telah disiapkan di dekat tangga candi untuk membantu evakuasi pengunjung yang terluka.

 

 

Related Posts