Sosialisasi Undang-undang Cagar Budaya “Masyarakat Peduli Budaya”

 Berita

Kamis (07/12/12) Balai Konservasi Borobudur melaksanakan sosialisasi Undang-Undang Cagar Budaya No. 11 tahun 2010 yang mengundang Kepala Dusun di sekitar wilayah Borobudur.

Sosialisasi yang bertemakan “Masyarakat Peduli Budaya” mengajak Kepala Dusun sebagai pelaksana pemerintah desa bisa ikut berpartisipasi membangun kesadaran akan cagar budaya dan sadar wisata dalam kehidupan bermasyarakat khususnya di wilayah Borobudur.

Sosialisasi dimulai sekitar pukul 09.00 dan dibuka oleh Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo M.Si. Beliau mengatakan bahwa UNESCO bukan hanya melakukan pengawasan di Candi Borobudur saja namun juga kawasan Borobudur yang terdiri dari zona 1 sampai zona 5. Seperti pembangunan beberapa tower di kawasan Borobudur yang tidak luput dari pemantauan UNESCO, sehingga tower harus dikamuflasekan. Selain itu pada tahun 2008 Pemerintah mengeluarkan peraturan sebagai upaya pelindungan terhadap kawasan Borobudur yang tertuang dalam PP No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Nasional yang menetapkan kawasan Borobudur sebagai Kawasan Strategis Nasional.

Dalam penerapan Undang-Undang Cagar Budaya No. 11 tahun 2010 menjadi tanggung jawab bersama termasuk pemerintah di sekitar Borobudur yang harus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian cagar budaya dan pariwisata. Masyarakat yang sadar budaya dapat menghidupkan kebudayaan dan kesenian di Borobudur, mengembangkan wilayah pertanian untuk wisata outbound atau agrowisata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sosialisasi Undang-undang Cagar Budaya “Masyarakat Peduli Budaya” mengundang sekitar 50 Kepala Dusun di wilayah Borobudur. dalam sosialisasi ini dijelaskan beberapa materi mengenai cagar budaya yang ada di sekitar kita, Undang-Undang Cagar Budaya No. 11 tahun 2010, dan Pemanfaatan Cagar Budaya.

 

 

Related Posts