Stone Conservation Workshop 2012

 Berita

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan UNESCO melanjutkan kerjasama di bidang konservasi batuan dengan mengadakan Workshop Conservation Stone 2012 di Hotel Manohara, Magelang, Jawa Tengah. Workshop berlangsung selama 2 hari 15 dan 16 Oktober 2012, menghadirkan beberapa ahli konservasi dari Jerman yang kembali melanjutkan penelitian mereka mengenai batuan Candi Borobudur.

Para ahli yang melakukan penelitian adalah Prof. Dr. Hans Leisen, Dr. Esther Von Phelwe Leisen, dan Dr. Eberhard Wendler. Workshop Conservation Stone 2012 memaparkan beberapa peralatan konservasi dan hasil penelitian yang sebelumnya mereka kerjakan bersama beberapa staf dari Balai Konservasi Borobudur.

Beberapa peralatan yang mereka gunakan dalam penelitian, masih mencari parameter yang akan digunakan sebagai dasar penanganan konservasi batu. Pencarian parameter ini untuk mengetahui karakter masing-masing batu untuk mencari penanganan konservasi yang paling efisien untuk semua batu andesit.

Prof. Dr. Hans Leisen mengatakan bahwa Candi Borobudur disusun dari jutaan batu andesit yang memiliki karakteristik batuan yang berbeda-beda meskipun dari jenis andesit yang sama. Proses pembentukan batu dari dapur magma hingga terkristalisasi membuat batuan-batuan tersebut memiliki kandungan mineral yang berbeda-beda sehingga penanganan antar batu candi belum tentu sama.

Dari hasil penelitian yang telah mereka lakukan beberapa waktu yang lalu memberikan gambaran bahwa beberapa batu mengalami pelapukan dan penggaraman sejak dari dulu akibat pengaruh lingkungan. Hal ini mereka paparkan dari hasil laboratorium yang memperlihatkan adanya lapisan-lapisan yang menutup beberapa relief di Candi Borobudur. lapisan tersebut terdiri dari beberapa lapis bahkan ada yang berada dibawah lapisan oker yang dulu diaplikasikan pada jaman Theodore van Erp. Dari data tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa proses pelapukan dan pengaraman memang sudah terjadi sejak dahulu akibat pengaruh lingkungan sekitar sehingga penelitian mengenai batuan Candi Borobudur harus dilakukan lebih intensif.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo M.Si menyambut baik Workshop Conservation Stone 2012, menurut beliau hal ini merupakan salah satu pengembangan sumber daya manusia terutama di bidang konservasi batu. Beliau mengingatkan bahwa Candi Borobudur yang terlihat kokoh secara struktural ternyata mengalami pelapukan secara material dan hal ini harus mendapat penanganan serius. Selain itu diharapkan kerjasama seperti ini bisa terus terjalin dimasa yang akan datang.

Kepala Unit Budaya Kantor UNESCO Jakarta, Mr. Masanori Nagaoka juga menyambut baik harapan kepala BK Borobudur agar kerjasama ini bisa terus terjalin, dia akan mengupayakan agar pemerintah Jerman tetap melanjutkan kerjasama dalam bidang konservasi batu dengan mengirimkan ahli-ahli mereka.

 

Related Posts