Studio Sejarah Restorasi Candi Borobudur : sumber referensi baru Candi Borobudur

 Berita

Sejak diresmikan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan Prof. Wiendu Nuryanti, Ph.D  27 Desember 2011 Studio Sejarah Restorasi Candi Borobudur selalu melakukan berbagai pembenahan dan penambahan fasilitas untuk para pengunjung.

Sejak dibuka untuk umum jumlah kunjungan ke studio restorasi mengalami peningkatan terutama kunjungan dari para pelajar baik SD, SMP, SMA, mahasiswa dan beberapa perguruan tinggi.

Studio Sejarah Restorasi Candi Borobudur didirikan dengan visi menjadi sarana pendidikan dan penyebarluasan informasi mengenai sejarah restorasi Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang dapat menumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah air, persatuan, dan kebanggaan terhadap Negara. Harapan ke depan studio sejarah ini menjadi pusat informasi,  dokumentasi dari upaya konservasi Candi Borobudur.

Informasi yang disediakan berupa sejarah restorasi candi Borobudur sejak sebelum, saat berlangsung dan setelah restorasi serta kegiatan konservasi yang terus dilaksanakan oleh Balai Konversai Borobudur. Untuk memenuhi tujuan tersebut di atas, studio menyajikan koleksi berupa artefak arkeologis, peralatan konservasi, foto-foto dokumentasi serta benda bersejarah lain seperti kendaraan operasional Dr. R. Soekmono, satu dari dua ahli arkeologi pertama di Indonesia yang memimpin proyek restorasi di tahun 1973-1983.

Menurut beberapa guru yang membawa anak didik mereka ke studio restorasi mengaku sangat mengapresiasi keberadaaan Studio Sejarah Restorasi Candi Borobudur, menurut mereka siswa bisa mendapatkan pengetahuan baru mengenai proses pemugaran Candi Borobudur yang kedua dan gambaran kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada saat itu. Melalui beragam koleksi yang dipamerkan membuka cakrawala baru bagi para siswa mengenai Candi Borobudur yang bisa dilihat dari berbagai disiplin ilmu.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo M.Si, di sela-sela rapat bersama para staf mengatakan bahwa jumlah kunjungan ke studio restorasi semakin lama semakin meningkat sehingga beliau meminta kepada para staf yang bertanggung jawab langsung untuk bersiap menghadapi lonjakan pengunjung.

Related Posts