Uji Efektifitas Nat, Selasar Barat Daya Candi Borobudur Di Bongkar

 Berita

Untuk mengetahui tingkat kerusakan batuan di Selasar candi Borobudur, tim kajian dari balai konservasi peninggalan candi Borobudur membongkar selasar sisi barat daya, guna mengkaji kerusakan batuan akibat nat yang terbuka. Nat yang terbuka membuat air hujan mudah masuk ke celah batu-batu candi yang berdampak terjadinya penggaraman pada batuan candi sehingga harus segera di tanggulangi.

”Kondisi nat-nat pada lantai selasar saat ini tidak semuanya tertutup oleh mortar pemugaran pertama yang dilakukan oleh Van Erp, hal ini akibat aktifitas pemasangan pipa beton saluran drainase dari tubuh candi menuju ke bak kontrol di lereng bukit Candi Borobudur yang dilakukan pada saat pemugaran kedua” Ungkap Hary Setyawan, S.S selaku ketua tim kajian

Dia menambahkan ”pemasangan pipa beton saluran drainase tersebut dilakukan dengan membongkar sebagian batu-batu pada lantai selasar, yang pada saat pengembalian batu-batu ke tempat semula tidak disertai dengan penutupan nat”

Dengan terbukanya nat apabila terjadi hujan air akan langsung meresap ke dalam batuan di selasar yang dikhawatirkan ketika air hujan bertemu dengan pipa beton saluran drainase akan terjadi reaksi kimia berupa penggaraman yang membuat batuan menjadi rapuh. Sehingga dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif terhadap Candi Borobudur.

Pembongkaran telah dilaksanakan awal mei yang lalu dengan mengambil sample batuan penyusun struktur selasar di sekitar drainase. Sample tersebut nantinya akan di analisis baik secara fisika, kimia maupun petrografi. “ dari analisis itu nanti baru didapatkan hasil kajiannya guna menentukan bagaimana cara penanganan terbaik pada selasar candi Borobudur” tambah Hary.

Related Posts