Text Size
Developed by JoomVision.com

Balai Konservasi Borobudur Balai Konservasi Borobudur

Balai Konservasi Borobudur Balai Konservasi Borobudur

Balai Konservasi Borobudur Balai Konservasi Borobudur

Balai Konservasi Borobudur Balai Konservasi Borobudur

Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Lukisan Gua Prasejarah Di Maros Pangkep dan Upaya Penanganannya

Di kawasan pegunungan kapur (kars) Maros dan Pangkep terdapat gua-gua yang pada masa prasejarah dihuni oleh manusia. Selain sebagai tempat tinggal, dinding-dinding gua digunakan sebagai media untuk mengekspresikan pengalaman, perjuangan dan harapan hidup manusia dalam bentuk lukisan gua. Lukisaan dinding gua dinding gua kondisii sebagian besasr telah mengalami kerusakan dan pelapukan.

Kerusakan lukisan dinding gua diduga  diakibatkan oleh adanya kontak dengan atmosfer yang berbeda secara signifikan pada musim hujan dan kemarau. Kerusakan lukisan dindng gua yang terjadi di antaranya adalah pengelupasan lapisan dinding gua yang ada pada lukisan, Pertumbuhan lumut  / ganggang yang menutupi lukisan dan Lukisan terhapus oleh aliran air hujan yang melewati lukisan. Kerusakan lukisan gua juga disebabkan oleh faktor manusia (Antropogenik) seperti degradasi ekosistem karst dan vandalisme.

Dalam upaya memperlambat kerusakan lukisan gua, ada beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan seperti konsolidasi lukisan dinding gua (penanganan masalah air di gua),  penanganan terhadap pertumbuhan mikroorganisme, konservasi lingkungan, perlu dipertimbangkan untuk menutup secara total salah salah satu gua yang memiliki lukisan gua yang beragam dan dalam keadaan baik dengan mengatur suhu dan kelembabannya, dan  sebelum konservasi lingkungan berhasil dilakukan, diperlukan upaya jangka pendek untuk mengurangi kerusakan lukisan gua.

Untuk meminalkan kerusakan lukisan yang disebabkan oleh faktor manusia (Antropogenik) perlu dilakukan tindakan seperti pendataan secara menyeluruh gua-gua prasejarah dan diberikan Surat Keputusan Cagar budaya yang dilindungi UU No 11 tahun 2010, pembuatan zonasi pada setiap gua, penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, melakukan Komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan penambangan batu gamping/pabrik semen dan perlu segera dibuakan Rencana Induk Pelestarian.

Kerusakan dan pelapukan pada cagar budaya merupakan peristiwa alami yang tidak dapat dihentikan. Mestipun upaya konservasi dapat memperlambat proses tersebut. Dokumentasi dan monitoring merupakan kegiatan yang sangat penting agar tidak kehilangan data  ketika cagar budaya mengalami kerusakan dan pelapukan.

untuk artikel selengkapnya silahkan mengunduh disini

 

Share

Add comment


Security code
Refresh

Undangan Menulis Jurnal

Info CPNS

Kamis, 27 Februari 2014

Pengumuman Kelulusan Peserta Seleksi CPNS Tahun 2013

di Lingkungan Balai Konservasi Borobudur

Selengkapnya -->>>

============================================================

Kamis, 19 Desember 2013

Link Info Update Pengumuman CPNS

=============================================================

Senin, 16 Desember 2013

Daftar Peserta yang Memenuhi Persyaratan (MP) dalam Tes Kompetensi Dasar

CPNS Tahun 2013 Di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Unduh untuk unit Kerja Balai Konservasi Borobudur

Link Semua Unit Kerja

=======================================================

cpns

PENGUMUMAN CPNS BALAI KONSERVASI BOROBUDUR

Pencarian

Agenda Kegiatan

agenda kegiatan

Data Arsip

Powered by mod LCA