Text Size

Diskusi Bulanan Pengkayaan Teknis : Alat Musik di Relief Candi Borobudur

Kamis (14/02/13) Balai Konservasi Borobudur kembali melaksanakan Diskusi Bulanan Pengkayaan Teknis yang membahas Konferensi Sejarawan Se-Asia di Surakarta 3-5 juli 2012.

Sebagai pemateri Winda Dyah Puspita Rini Staf BK Borobudur yang membawakan salah satu materi konferensi, mengenai alat musik yang terdapat di relief Candi Borobudur.

Materi yang dibawakan adalah Foreign But Indigenous-Southeast Asian Music Performance Depicted on The Indianized Borobudur Relief karya Yuni Kuniko dari Momoyama Gakuin University, Osaka, Japan. Materi tersebut memberikan paparan mengenai pengaruh kebudayaan India terhadap kebudayaan Indonesia, salah satunya alat musik  yaitu “Simbal”. Hal tersebut terlihat dengan adanya kesamaan alat musik yang terpahat di Candi Borobudur dengan alat musik yang ada di India.

Terdapat sisi yang menarik dari bangsa Indonesia terhadap budaya baru yang masuk yaitu senantiasa aktif, selektif, dan kreatif. Aktif senantiasa terbuka dengan kebudayaan lain, selektif dengan memilah-milah kebudayaan yang sesuai, dan kreatif yang selalu mengembangkan, mengkolaborasikan kebudayaan-kebudayaan yang baru dengan yang sudah ada.

Salah satu contoh alat musik simbal yang di negara india biasa dimainkan 1-2 alat namun di Indonesia bisa dimainkan 2-7 alat. Dari proses kreatif adaptasi alat musik tersebut muncul kebudayaan baru berupa seni permainan musik simbal harmoni yang memiliki kerumitan tersendiri.

Dari diskusi tersebut terdapat kritik yang cukup menarik agar kita sebagai pewaris kebudayaan Indonesia tidak kalah dengan peneliti-peneliti dari luar negeri yang juga mengapresiasi budaya di Indonesia.

 

Share

Add comment


Security code
Refresh

Undangan Menulis Jurnal

Pencarian

Agenda Kegiatan

agenda kegiatan

Data Arsip

Powered by mod LCA