Workshop on Conservation Treatment under Natural Disaster

 Berita

Senin (26/09/11), bertempat di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur diselenggarakan Workshop on Conservation Treatment under Natural Disaster yang merupakan salah satu kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang dalam Japan-Indonesia International Exchange and Capacity-Building Project Phase 3. Workshop akan berlangsung selama 6 hari dari tanggal 26 September hingga 1 Oktober 2011

Workshop dibuka oleh Kepala BKP Borobudur Drs. Marsis Sutopo M.Si, beliau mengungkapkan bahwa dalam upaya menyelamatkan benda cagar budaya dari bahaya bencana alam sangat dibutuhkan Standard Operating Prosedure (SOP) untuk dijadikan pedoman penyelamatan sehingga mempermudah penanganannya. Selain itu juga harus didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berkompeten. Beliau sangat mengapresiasi workshop seperti ini untuk memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan mengenai penanganan bencana alam terhadap benda cagar budaya.

Pemateri dalam workshop tersebut berasal dari beberapa universitas terkemuka dan lembaga cagar budaya di Jepang, Dr. Toshiya Matsui dari University of Tsukuba, Dr. Tadashi Oikawa dari Tohoku History Museum, Dr. Toshikazu Hanazato dari Mie University dan Dr. Harris P. Mouzakis dari National Technical University of Athens, Yunani.

Dr. Toshiya Matsui mengatakan bahwa workshop kali ini berbeda dengan workshop sebelumnya, untuk kali ini tema bencana sengaja diangkat karena banyaknya bencana yang melanda Indonesia dan Jepang beberapa waktu yang lalu. Sehingga diharapkan dengan workshop ini semua peserta workshop yang berasal dari berbagai UPT di bawah Ditjen Sejarah dan Purbakala se-Jawa Tengah dan DIY bisa saling bertukar pikiran dan ide-ide untuk melindungi benda-benda cagar budaya dari benca alam. Tidak lupa Dr. Toshiya Matsui mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kepedulian bangsa Indonesia saat Jepang dilanda bencana tsunami.

Related Posts