Workshop Pengelolaan Laboratorium Cagar Budaya

 Berita

Selasa (08/09/15), Balai Konservasi Borobudur menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Laboratorium Cagar Budaya.

Workshop ini sebagai salah satu upaya mengoptimalisasi pengelolaan laboratorium yang ada di Unit Pelayanan Teknis (UPT) pelestari cagar budaya di daerah.

 

Laboratorium Cagar Budaya saat ini memiliki posisi yang strategis dalam konservasi cagar budaya. Hal ini terjadi seiring dengan paradigma konservasi cagar budaya yang mulai menggunakan bahan-bahan alam yang ramah lingkungan sehingga fungsi laboratorium untuk menguji bahan-bahan konservan alam sebelum diaplikasikan menjadi sangat penting.

Kepala Balai Konserasi Marsis Sutopo mengatakan bahwa salah satu permasalahan yang muncul banyak bahan-bahan konservan yang tersebar diseluruh pelosok nusantara sementara keberadaan laboratorium cagar budaya yang ada di UPT Pelestari Cagar Budaya masih belum optimal.

Marsis berharap dengan pelaksanaan Workshop Pengelolaan Laboratorium Cagar Budaya dapat meningkatkan pengelolaan laboratorium agar dapat berfungsi secara maksimal untuk menunjang pelestarian cagar budaya di Indonesia.

Kegiatan ini diikuti 20 peserta di lingkungan Direktorat Pelestaraian Cagar Budaya dan Permuseuman dan Perguruan Tinggi yang memiliki jurusan Arkeologi. Workshop dilaksanakan selama 4 hari 8-11 Agustus 2015.


 

Related Posts