Workshop Penyusunan Dokumen Nominasi Warisan Dunia

 Berita

Yogyakarta (29/ 9/ 2013) – Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman bekerja sama dengan PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko menyelenggarakan Workshop Penyusunan Dokumen Nominasi Warisan Dunia di hotel Quin Colombo.

Workshop ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kemampuan para pelestari cagar budaya di Indonesia dalam penyusunan dokumen pengajuan warisan dunia.

Workshop Penyusunan Dokumen Nominasi Warisan Dunia dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Kacung Marijan, Ph.D. Dalam sambutannya beliau memaparkan bahwa workshop ini menjadi jembatan dalam penyusunan dokumen pengajuan warisan dunia. Beliau berharap minimal para peserta mengetahui templete dokumen yang nantinya akan diajukan ke UNESCO.

Prof. Kacung juga mengingatkan salah satu poin penting yang perlu diperhatikan adalah tanggung jawab dalam manajemen pelestarian cagar budaya, apalagi jika cagar budaya yang diajukan sudah ditetapkan menjadi warisan dunia. Beliau berharap akan adalagi workshop  lanjutan untuk lebih memperkaya pengetahuan para pelestari cagar budaya Indonesia di bidang manajemen pengelolaan warisan dunia.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Drs. Marsis Sutopo M.Si menyambut baik Workshop penyusunan nominasi warisan dunia ini, menurut beliau hal ini merupakan salah langkah positif mengingat masih banyak potensi yang bisa diangkat menjadi warisan dunia di Indonesia. Selain itu diharapkan dengan adanya workshop ini, sumber daya manusia di bidang kebudayaan Indonesia bisa mengetahui dan memahami hal – hal yang berkaitan dengan warisan dunia. Hal-hal yang perlu dipahami adalah yang berkaitan dengan devinisi dan aspek aspek warisan dunia, kriteria dan outstanding universal value penyusunan naskah dosier usulan.

Dalam workshop tersebut beberapa hal yang dipelajari antara lain langkah penyusunan (meliputi Pengenalan Warisan dunia, Nominasi Warisan Dunia dan Perencanaan Warisan Dunia) dan pengelolaan warisan dunia, kunjungan ke situs-situs warisan dunia, penyusunan statement, penyusunan outsatnading universal value dan naskah dosier serta paparan hasil penyusunan dari para peserta. Seluruh kegiatan dalam workshop dilaksanakan dalam bentuk pemaparan dari narasumber, diskusi, praktek penyusunan dan pemaparan naskah usulan.

Para peserta dalam workshop ini yang berjumlah 31 orang berasal dari UPT di Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman dan beberapa dinas daerah yang membawahi kebudayaan di Indonesia serta PT. PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Sebagian besar peserta telah memiliki cagar budaya yang sudah masuk daftar sementara di UNESCO. Kegiatan akan dilaksanakan selama 6 hari 29 September – 4 Oktober 2013.

Related Posts