Krisis Energi di Berlin: 35.000 Rumah Tangga Terancam Tanpa Listrik Selama Lima Hari
Internasional

Krisis Energi di Berlin: 35.000 Rumah Tangga Terancam Tanpa Listrik Selama Lima Hari

Ibu kota Jerman, Berlin, tengah menghadapi krisis energi serius menyusul insiden pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda lebih dari 45.000 rumah tangga dan sektor usaha sejak Sabtu pagi (3/1/2026). Hingga saat ini, otoritas setempat memprediksi bahwa sekitar 35.000 pelanggan masih akan kehilangan akses listrik setidaknya hingga Kamis (8/1/2026) akibat kerusakan infrastruktur yang masif.

Senator Berlin untuk Urusan Ekonomi, Franziska Giffey, menyatakan bahwa situasi ini merupakan gangguan yang sangat serius karena berdampak langsung pada fasilitas vital, termasuk rumah sakit, lembaga sosial, dan pusat perawatan lansia.

BACA JUGA : Operation Absolute Resolve: Kronologi Operasi Senyap AS dalam Penangkapan Nicolas Maduro


Kronologi dan Kerusakan Infrastruktur

Insiden bermula di kawasan Lichterfelde, Berlin barat daya. Layanan darurat melaporkan adanya kebakaran hebat yang menghanguskan sejumlah kabel tegangan tinggi di sebuah jembatan yang terhubung dengan pembangkit listrik lokal.

Meskipun api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran, dampak teknis yang ditimbulkan sangat luas:

  • Kerusakan Kabel Utama: Operator jaringan Stromnetz Berlin melaporkan bahwa kerusakan pada kabel tegangan tinggi memerlukan perbaikan struktural yang rumit.
  • Hambatan Cuaca: Proses pemasangan kabel bawah tanah pengganti terhambat oleh suhu ekstrem dan timbunan salju yang menyulitkan akses teknisi di lapangan.
  • Lumpuhnya Sistem Pemanas: Terputusnya arus listrik menyebabkan sistem pemanas distrik (district heating) berhenti berfungsi. Di tengah suhu yang mendekati titik beku, kondisi ini menimbulkan ancaman kesehatan bagi warga yang terjebak di dalam bangunan tanpa penghangat.

Investigasi Sabotase dan Kelompok Anarkis

Kepolisian Berlin telah mengerahkan sedikitnya 160 personel untuk melakukan investigasi menyeluruh. Fokus utama penyelidikan saat ini mengarah pada dugaan sabotase dan pembakaran sengaja.

Dugaan ini diperkuat oleh preseden serupa pada September 2025, di mana aksi pembakaran tiang listrik yang diklaim oleh kelompok anarkis menyebabkan gangguan serupa. Selain faktor internal, otoritas keamanan Jerman juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman dari aktor asing yang menargetkan infrastruktur vital negara tersebut sebagai bagian dari perang hibrida.


Respons Darurat dan Dampak Transportasi

Pemerintah kota telah mengambil langkah-langkah mitigasi untuk membantu warga yang terdampak:

  1. Patroli Informasi: Mobil polisi berkeliling di lingkungan terdampak menggunakan pengeras suara guna memberikan instruksi keselamatan dan imbauan evakuasi mandiri ke rumah kerabat.
  2. Layanan Transportasi: Meski stasiun kereta api mengalami malfungsi pada mesin tiket dan papan informasi digital, operasional kereta sejauh ini dilaporkan masih dapat berjalan.
  3. Posko Darurat: Warga diimbau untuk menyiapkan alat penerangan darurat dan menghemat sisa daya pada perangkat elektronik mereka.

Insiden ini menjadi pengingat bagi pemerintah Jerman mengenai kerentanan infrastruktur energi nasional terhadap serangan fisik maupun siber di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.