Awal tahun 2026 menjadi periode kelam bagi wilayah New South Wales (NSW), Australia. Serangkaian insiden di perairan selama 48 jam terakhir telah mengakibatkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan beberapa lainnya dinyatakan hilang. Kondisi cuaca ekstrem yang membawa gelombang tinggi memaksa pihak berwenang untuk menutup sejumlah pantai populer di Sydney demi keselamatan publik.
BACA JUGA : Pilih Game Slot ANGSA4D Sesuai Modal dan Target Bermain
Rentetan Insiden Fatal di Berbagai Titik
Tragedi dimulai pada sore hari, Kamis (1/1/2026), ketika jenazah seorang wanita berusia 45 tahun ditemukan di Camden Haven, Mid North Coast. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di kawasan tersebut.
Tak berselang lama, insiden memilukan terjadi di Pantai Maroubra, pinggiran timur Sydney, sekitar pukul 04.00 pagi. Seorang perempuan berusia 25 tahun, yang diyakini merupakan warga negara China, terseret ombak besar saat sedang berada di tepi pantai. Meskipun tim SAR gabungan berhasil menemukan posisinya satu jam kemudian, nyawa korban tidak dapat tertolong.
Upaya Penyelamatan di Pantai Coogee dan Palm Beach
Kondisi berbahaya juga dilaporkan terjadi di Pantai Coogee pada pukul 06.00 pagi. Tiga orang pemuda dilaporkan mengalami kesulitan di tengah laut. Beruntung, dua di antaranya berhasil diselamatkan oleh petugas penyelamat pantai yang kebetulan sedang berada di lokasi meski sedang tidak bertugas, dibantu oleh seorang anggota polisi yang turut terjun ke air. Namun, pria ketiga dari kelompok tersebut hingga kini belum ditemukan dan diduga kuat tenggelam.
Di sisi lain, tim penyelamat masih melakukan pencarian intensif terhadap seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun. Remaja tersebut dinyatakan hilang sejak Malam Tahun Baru setelah perahu yang ia tumpangi terbalik di ujung utara Palm Beach. Selain itu, dilaporkan adanya seorang pria yang mengalami luka berat setelah terjatuh dari bebatuan di Barrenjoey Headland saat mencoba menghindari hempasan ombak.
Kendala Cuaca dan Peringatan Otoritas
Kepala Eksekutif Surf Life Saving NSW, Stephen Pearce, menyatakan bahwa kondisi alam saat ini sangat tidak bersahabat bagi aktivitas perairan. Gelombang setinggi tiga meter disertai angin kencang menjadi hambatan utama bagi personel Surf Life Saving NSW dan layanan darurat dalam melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Pearce menyebut situasi ini sebagai awal tahun yang mengerikan. Secara statistik, Hari Tahun Baru memang tercatat sebagai waktu dengan risiko tenggelam tiga kali lebih tinggi dibandingkan hari-hari lainnya karena lonjakan jumlah pengunjung pantai. Akibat tingginya risiko keselamatan, pihak berwenang mengambil keputusan tegas untuk menutup beberapa pantai utama guna mencegah bertambahnya korban jiwa.
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk mematuhi larangan berenang dan tetap waspada terhadap peringatan cuaca, mengingat pola cuaca di awal Januari ini masih menunjukkan potensi bahaya yang tinggi di sepanjang garis pantai New South Wales.



